Oleh : Achmad

Jatinangor, MediaProfesi.com - Eka Tjipta Foundation (ETF) hari ini, Jumat (13/7/2012) menandatangani nota kesepahaman kerja sama bantuan pendidikan dengan Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN) dalam acara yang berlangsung di Kampus IKOPIN, Kawasan Pendidikan Tinggi Jatinangor.

“Kesepakatan ini memungkinkan para lulusan pesantren yang berpotensi dan memenuhi syarat akademik untuk melanjutkan pendidikan tinggi di sini,” ujar Ketua Umum ETF, G. Sulistiyanto.

Dalam kegiatan ini, turut hadir menyaksikan, Menteri Perindustrian, M.S. Hidayat, sementara IKOPIN diwakili oleh Rektor-nya, Burhanuddin Abdullah yang didampingi oleh jajaran civitas academica lainnya.

Melalui kesepakatan ini sebanyak 20 orang siswa lulusan pesantren yang setara dengan sekolah menengah umum mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang Studi Manajemen Strata-1 dengan berbekal Bantuan Pendidikan hingga mereka menuntaskan studinya.

ETF yang selama ini fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran nasional menilai kesepakatan ini akan membuka akses yang lebih luas bagi para siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Kami ingin akses ke perguruan tinggi semakin terbuka lebar bagi setiap siswa sekolah menengah yang berpotensi, dari jalur pendidikan manapun. Dengan begitu, peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia akan berlangsung semakin cepat dan mampu berkontribusi positif pada Kebijakan Industri Nasional,” tambah Sulistiyanto.

Selain pemberdayaan infrastruktur pendidikan, fokus ETF dalam peningkatan akses pendidikan dapat dilihat melalui sejumlah inisiasi seperti mengelola sebanyak 146 sekolah dari tingkat usia dini hingga menengah atas di sekitar perkebunan sawit yang dikenal dengan sebutan sekolah kebun.

Sekolah Kebun ini melibatkan sekitar 1.000 orang guru, serta serangkaian program beasiswa, yang satu diantaranya, yaitu Tjipta Sarjana Bangun Desa hingga kini telah menjangkau 2.122 orang mahasiswa dari puluhan perguruan tinggi di Indonesia.

Sebelumnya di hari yang sama, Sinar Mas bersama IKOPIN sempat menggelar bazar minyak goreng murah.

Bazaar bertujuan mengantisipasi gejolak harga minyak goreng sesuai program stabilisasi harga kebutuhan pokok dari pemerintah, khususnya jelang bulan Ramadhan, sekaligus sebagai bentuk corporate social responsibility (CSR) perusahaan karena salah satu pilar usaha kami adalah produsen minyak goreng.

“Selain itu, kegiatan juga kita manfaatkan untuk saling bersilaturahim dengan memilih momentum 12 Juli yang merupakan Hari Koperasi dan memiliki makna khusus bagi civitas academica IKOPIN,” urai Sulistiyanto.

Kegiatan ini mengalokasikan sebanyak 5.000 liter minyak goreng seharga Rp 9.000 per liter. Bazar juga termasuk dalam rangkaian program kepedulian Sinar Mas jelang peringatan hari jadinya yang ke 75 tahun pada tahun 2013 mendatang. * (Ach/Syam)