Oleh : Syamhudi

Jakarta, MediaProfesi.com – Lingkungan sekolah yang teduh dengan banyaknya pepohonan rindang tidak hanya membuat suasana jadi sejuk, alam yang indah dan asri. Tetapi juga bisa membuat siswa menjadi pintar, karena telah mendapat oksigen yang bagus.

Hal tersebut dikemukakan salah satu anggota dari Yayasan Green Network Indonesia, Taufan yang juga berprofesi sebagai dokter ahli bedah saraf menjelaskan bahwa salah satu yang dapat menyebabkan anak menjadi pintar, karena mendapat oksigen yang bagus. Tidak banyak sekolah yang seperti ini, banyak sekolah yang tidak berpikir kalau alamnya yang indah akan membuat anak-anaknya pintar.

“Kami sangat senang dengan siswa dan manajemen sekolah yang cinta dan memperhatikan dengan lingkungan hidup,” ungkap Taufan dalam presentasinya di depan Siswa Siswi SMK Yapimda, melalui program yang dilaksanakan oleh APP bersama Letto bertema “Musik Edukasi” di Jakarta, hari ini, Kamis (27/72012)

Menurutnya, kalau adik-adik disini saya yakin karena dari kepala sekolah yang memberikan contoh ditunjukan di depan sekolah beliau menanam dan memelihara pohon. Jadi ini yang saya harapkan nanti bisa ditirukan oleh siswa-siswi bahwa alangkah indahnya bila lingkungan rumah kita, lingkungan sekolah kita itu tetap hijau.

Corporate Affairs & Communication Director APP, Suhendra Wiriadinata menjelaskan kepada para siswa-siswi SMK Yapimda, bahwa perusahaan APP yang berada di bawah kelompok Sinar Mas Group, memproduksi berbagai macam kertas, mulai dari kertas tulis, kertas foto copy termasuk memproduksi quran paper.

“Quran paper dengan merek Sinar Tech yang dirancang khusus sesuai kebutuhan umat muslim. Kualitas quran paper ini bila digunakan dalam kondisi normal dapat bertahan hingga 100 tahun, Jadi teknologi dan kualitas yang digunakan adalah nomor satu di dunia,” tambahnya.

Suhendra mengungkapkan kepada para siswa tentang proses pembuatan kertas yang digunakan baik untuk buku pelajaran, kertas Koran, majalah, pembungkus kado dan sebagainya. Di mana kertas tersebut sebetulnya terbuat dari kayu.

Sehingga dalam hal ini kalau kita membuat kertas berarti kita memotong kayu atau menebang pohon, kami tidak menampik itu semua, lanjutnya. Tetapi perlu kami jelaskan bahwa kami menanam pohon sendiri. Selanjutnya pohon itu kami pelihara dalam kurun waktu tertentu, misalnya dalam waktu 5-6 tahun, setelah itu kami tebang untuk memproduksi kertas

Hutan yang telah ditebang, kemudian kami tanam kembali dan siklus itu berjalan terus. Adapun hutan yang kami tanam bernama hutan tanaman industry (HTI), di mana kami menanam dengan setiap siklus yang ada.

“Sehingga kesinambungan tahun ini kami menebang, kemudian kami tanam kembali lalu di tahun berikutnya tanaman yang umur ini kami tebang dan kami tanam kembali dan terus berlangsung sepanjang tahun,” tambahnya.

Kalau dikatakan bahwa kami memproduksi kertas dengan merusak lingkungan tentunya tidak benar. Jenis tanaman merupakan jenis tanaman yang past growing species (jenis tanaman yang tumbuh cepat), keunggulan industri kertas Indonesia dengan iklim yang kita miliki ada 2 musim, hujan dan musim kemarau, maka pertumbuhan tanaman di Indonesia itu berlangsung sepanjang tahun, jadi tidak ada tanaman yang mengalami kerontokan seperti di negara-negara sub tropis

“Di luar negeri tanaman pohon bisa memakan waktu sampai dengan 15 hingga18 tahun untuk satu siklus, tapi di Indonesia dengan siklus kita bisa 5 hingga 7 tahun langsung bisa ditebang,” terangnya.

Dalam kegiatan ini, para personil Letto

Kegiatan ini merupakan rangkaian yang dilakukan APP bersama Letto menggelar berbuka puasa bersama dengan para santriwati Yayasan Al-Kenaniyah, Pulo Mas, Jakarta Timur. Dalam kesempatan ini APP mewakafkan ratusan kitab suci Al Quran.

Dalam kegiatan sore ini jelang berbuka puasa, personil Letto, Arian, Dhedot, Noe Sabrang dan Patub turut menghibur siswa-siswi yang telah berdatangan sejak jam 2 siang, pada hal acara baru dimulai pada pukul 4 sore. Acara ini dihadiri Corporate Affairs & Communication Director APP, Suhendra Wiriadinata serta Corporate Communiations & Internal Network Director Sinar Mas, Dhony Rahajoe, Yayasan Green Network Indonesia, pihak Ketua Yayasan Perguruan Islam Miftahul Huda (Yapimda), para guru dan siswa-siswi SMK Yapimda..

Pada kesempatan ini APP telah mewakafkan ratusan kitab suci Al Quran yang terbuat dari Quran Paper hasil produksi APP.

“Wakaf di bulan suci Ramadhan ini merupakan sinergi program corporate social responsibility (CSR) APP dengan kegiatan Musik Edukasi dengan harapan dapat memperkaya wawasan sekaligus aspek spiritual kita semua,” kata Suhendra.

Ditambahkan Dhony, selain berbagi kepedulian dan memperkuat silaturahim, kami juga mencoba mengedukasi publik akan manfaat dari kertas dalam keseharian kita. Salah satu contohnya adalah Al Quran yang kami wakafkan diproduksi menggunakan Sinar Tech atau lebih dikenal dengan Quran Paper.

“Kertas ini dirancang khusus sesuai kebutuhan umat muslim akan kertas berkualitas, dengan tekstur dan kualitas cetak khusus,” ujar Dhony. * (Syam)