Oleh : Muhammad

Jakarta, MediaProfesi.com - Menyadari pentingnya melestarikan spesies orangutan, salah satu binatang langka asli Kalimantan yang terancam punah, karena alam kehidupannya tergusur akibat banyaknya perusahaan yang menebang hutan, dan tanpa memperhatikan kehidupan mereka serta satwa lainnya.

Untuk itu, Grup Asia Pulp & Paper (APP) mengumumkan dimulainya program pelatihan komprehensif tentang konservasi spesies langka, dengan penekanan pada konservasi orangutan. Pelatihan ini ditujukan bagi para karyawan, afiliasi dan para pemasok kayu pulpnya.

Program ini didasarkan pada program kemitraan Friends of Orangutan yang berjalan selama dua tahun dengan Orangutan Foundation International (OFI) yang sudah diumumkan pada bulan November 2011.

Program kemitraan Friends of Orangutan ini dibentuk untuk mendukung pelepasliaran 40 orangutan untuk kembali ke habitat alam mereka, serta membantu memberikan perawatan untuk kesejahteraan 330 orangutan di Pusat Perawatan OFI di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Pelatihan ini didesain untuk memberikan pengetahuan bagi mereka yang tinggal dan bekerja di dalam dan di s ekitar habitat alami orangutan, tentang praktik terbaik untuk melindungi spesies yang terancam punah ini.

Selain itu, pelatihan ini juga dirancang untuk menekankan kebijakan zero tolerance APP terhadap tindakan yang membahayakan satwa langka. Tidak Berburu, Tidak Membunuh, Tidak Menangkap adalah prinsip dasar program ini.

Pelatihan untuk para pemasok kayu pulp APP akan dimulai minggu ini dan sebagai permulaannya akan mengikutsertakan 30 peserta untuk menjalani kursus pelatihan intensif selama 6 hari di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Tiga puluh orang ini selanjutnya akan melatih 270 anggota staf dalam jangka waktu 9 bulan ke depan.

Pelatihan selanjutnya akan diadakan di Kalimantan di mana APP juga bekerja berdampingan dengan dua pemasok kayu pulpnya di Kalimantan Timur, PT Surya Hutani Jaya (SRH) dan PT Sumalindo Hutani Jaya (SHJ), unt uk mengembangkan sebuah koridor margasatwa menuju Taman Nasional Kutai.

Koridor inimerupakan inisiatif yang penting karena akan memberikan akses yang lebih baik bagi orangutan dengan saling menghubungkan sejumlah kawasan konservasi di Kalimantan bagian timur. Para staf SRH dan SHJ bersama dengan personel APP juga akan dilibatkan dalam program pelatihan yang diadakan oleh OFI.

OFI adalah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk kesejahteraan orangutan liar dan habitatnya di hutan hujan. Organisasi ini didirikan oleh Dr. Birute Mary Galdikas pada tahun 1986. Kemitraan dengan APP yang juga melibatkan pihak PT SMART Tbk (SMART) ini merupakan contoh kolaborasi yang kuat antara pemerintah, LSM dan sektor swasta.

Dr. Galdikas, pendiri OFI, mengatakan, perlindungan populasi orangutan di alam liar memiliki arti yang sangat penting bagi Indonesia dan juga dunia. Sektor kehutanan memiliki kewajiban khusus untuk bertindak secara bertanggungjawab, karena sektor ini mengambil keuntungan dari hutan dan kayu.

Kami berterima kasih untuk dukungan yang diberikan oleh mitra kami, PT SMART Tbk dan APP. Program pelatihan OFI bagi para mitra kami yang diluncurkan minggu ini adalah bagian penting dari strategi kami untuk mengedukasi orang-orang yang bekerja di hutan-hutan Indonesia terkait dengan pelestarian dan perlindungan orangutan. Tentunya akan lebih baik lagi jika ada lebih banyak inisiatif seperti ini, bukan hanya untuk orangutan namun juga spesies langka lainnya, ujar Dr. Galdikas.

Pada bulan Januari 2012, APP menandatangani sebuah Nota Kesepahaman dengan Kementerian Kehutanan Indonesia untuk mengembangkan sekumpulan prinsip kemitraan publik-swasta untuk meningkatkan perlindungan atas sejumlah spesies langka di Indonesia.

Aida Greenbury, Managing Director Sustainability & Stakeholder Engagement APP, mengatakan, implementasi program ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus mendukung upaya-upaya konservasi Pemerintah Indonesia. Kami melihat perlunya kesadaran lebih mendalam tentang pendidikan, pelatihan dan sosialisasi bagi karyawan, mitra kami dan masyarakat luas untuk melindungi satwa-satwa langka.

Ini merupakan bagian integral dari prinsip-prinsip Pengelolaan Hutan Lestari yang diterapkan dalam konsesi kayu pulp kami dan juga di seluruh rantai pasokan kami, tambah Aida.

Menurut Aida, awalnya kami menghadapi banyak tantangan di sepanjang jalan, yang justru menambah semangat kami untuk menjadi bagian dalam kemitraan dengan organisasi konservasi global seperti OFI. Pendekatan kolaboratif adalah satu-satunya cara untuk menangani isu yang sedemikian pentingnya seperti perlindungan orangutan."

"Secara lebih luas, pemanfaatan bahan mentah yang berkelanjutan sambil melindungi keanekaragaman hayati, yang didasarkan pada strategi pelibatan yang kuat dengan masyarakat setempat, kalangan akademisi, LSM dan mitra pemerintah, merupakan tulang punggung Suistainability Roadmap kami, papar Aida. * (Muh/Syam)