Oleh : Achmad

Palembang, MediaProfesi.com - Sebanyak 40 orang dari lingkup pilar usaha Sinar Mas dan perusahaan lain beserta aparat pemerintah mulai dari unsur kepolisian, kehakiman, kejaksaan, hingga BIN mengikuti Pelatihan Mediasi Eka Tjipta Foundation (ETF) Badan Mediasi Indonesia (BaMI) akreditasi 40 jam Mahkamah Agung RI di Hotel Sandjaja, Palembang, Sumatera Selatan.

Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang perekonomiannya tumbuh dan berkembang secara dinamis. Selain Sinar Mas, ada banyak perusahaan baik lokal, nasional hingga asing yang berinvestasi di sini. Konsekuensi dari dinamika tersebut adalah munculnya potensi sengketa hubungan industrial. Itulah yang kemudian mendorong kami menginisiasi pelatihan mediasi di sini, ungkap San Gunawan mewakili Eka Tjipta Foundation dalam siaran persnya kepada MediaProfesi.com (4/4/2013).

Hadir sebagai pembicara utama, pengacara sekaligus pakar di bidang hukum perusahaan dan litigasi perdata, Sunarsih La Rangka, pakar hukum Universitas Tarumanegara, Rasji, para mediator BaMI, Stephanus Sutrisno dan Normin S. Pakpahan yang didampingi oleh Ketua BaMI, Susanti Adi Nugroho.

Turut hadir dalam acara ini, perwakilan dari Paguyuban Sinar Mas Palembang. Pelatihan yang merupakan kali pertama diselenggarakan di Palembang ini dibuka oleh Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Selatan, Muh. Daming Sunusi.

ETF bersinergi dengan BaMI menggelar program ini karena mediasi merupakan salah satu solusi alternatif dalam penyelesaian kasus atau masalah, baik yang melibatkan individu maupun kelompok. Mediasi juga merupakan salah satu solusi konflik hubungan industrial yang sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Dengan sifatnya yang cepat, ekonomis dan fleksibel, para pihak yang berperkara tidak hanya menghemat waktu dan biaya dibandingkan melakukan penuntasan konflik melalui metode litigasi namun juga mampu mengupas setiap permasalahan secara mendalam dengan tetap mengedepankan hubungan baik antara pihak yang saling berperkara.

Pelatihan mediasi di Palembang adalah pelatihan ke 12 yang diselenggarakan ETF-BaMI setelah sebelumnya kegiatan yang sama telah meluluskan sebanyak 369 mediator terakreditasi Mahkamah Agung.

Selain Jakarta, saat ini pelatihan juga mulai menjangkau sentra-sentra bisnis lain seperti Pekanbaru, Jambi dan Balikpapan, Kalimantan Timur. Pada tahun 2013, pelatihan juga akan diselenggarakan di Surabaya, Pontianak dan Medan. Para alumninya yang terus bertambah mewadahi diri dalam Paguyuban Mediator ETF-BaMI sebagai wahana guna memperbarui wawasan dan pemahaman praktik mediasi.

Selaras dengan fokus ETF yang bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui bidang pendidikan, kami menganggap rangkaian pelatihan ini juga akan mendukung kondusifnya upaya pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi, tutup Head of Departemen Training and Education Centre Eka Tjipta Foundation, Urip Widodo. * (Ach/Syam)