Oleh : Syamhudi

Jakarta, MediaProfesi.com – Dengan adanya kejadian pergantian tahun, perputaran siang dan malam yang silih berganti dengan begitu teraturnya. Hal itu sebetulnya merupakan suatu hal peristiwa kejadian alam yang sangat luar biasa. Dan itulah diantara tanda kekuasaan Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Kerukunan Warga Kalimantan Selatan (KWKS) se- Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) H. Ardiansyah Parman dalam kata sambutan pada acara peringatan 1 Muharam 1435 H di Masjid Al-Kautsar Kementerian Perindustrian, hari ini, Selasa (5/11/2013) di Jakarta.

Turut hadir dalam acara rutin tahunan dalam menyambut Hari Besar Islam, yaitu tahun baru Islam 1 Muharam 1435H, diantaranya tokoh (tatuha) dan juga politisi mantan anggota DPR/MPR RI dari PPP Ibu Hj. Asmah, mantan Dubes Indonesia untuk Irak H. Moeberamsyah, Menteri Riset dan Teknologi DR. H. Gusti Muhammad Hatta, tokoh masyarakat dan warga Kalimantan Selatan se-Jabodetabek yang memenuhi Masjid Al Kautsar.

Menurut Ardiansyah yang saat ini menjabat Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) menjelaskan pentingnya makna dibalik pergantian tahun, siang dan malam dan lain sebagainya, dimana dia memberikan perumpamaan, jika Allah SWT menjadikan dunia ini siang hanya selama 3 hari saja terus menerus dan tidak usah sepanjang masa.

Kemudian, kata mantan Sekjen Kementerian Perdagangan ini matahari terik persis berada di atas kepala kita, maka apa yang akan terjadi. “Tentunya kita akan merasakan panas yang sangat luar biasa,” jelasnya.

Demikian pula bilamana terjadi sebaliknya malam terus menerus selama 3 malam, lanjutnya, maka tidak ada kehidupan di dunia ini.

oleh karena itu, Ardiansyah mengajak seluruh warga Banjar yang tergabung dalam KWKS se-Jabodetabek menjadikan peritiwa pergantian tahun baru Islam atau yang dikenal juga dengan sebutan tahun Hijriyah ini agar dijadikan perubahan yang lebih baik.

“Menjadi orang baik, sangat penting. Tapi ternyata tidak cukup, bagaimana menjadi orang yang berbuat baik,” terangnya.

Senada dengan Ardiansyah, KH DR. Tohri Tohir dari DPP Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dalam taushiyahnya menjelaskan, bahwa perputaran bumi siang dan malam mengelilingi matahari berdasarkan penelitian para ilmuwan mempunyai kecepatan 1.600 km/jam.

Kecepatan perputaran bumi ini tidak pernah macet dan berubah sedikit pun sejak diciptakan langit dan bumi bahkan sejak diciptakan manusia pertama di dunia yaitu zaman Nabi Adam hingga saat ini dan akhir zaman nanti.

“Seandainya perputaran bui ini macet, atau berubah sedikit saja perputarannya, maka terjadilah kekacauan di dunia ini. Dan itulah tanda kebesaran Allah SWT yang menciptakan alam semesta ini,” jelasnya.

Dengan demikian, KH DR. Tohri Tohir mengajak warga Banjar serta khususnya dan umat Islam pada umumnya, untuk meningkatkan keimanan dan beribadah atau senantiasa ingat kepada Allah SWT sang maha pencipta, dengan mempelajari ilmu pengetahuan yang terdapat di dalam Al Quran.

“Karena apa yang terdapat di dalam Al Quran itu, sesungguhnya disitulah sumber dari ilmu pengetahuan yang sangat luar biasa hebatnya, baik soal teknologi, kemasyarakatan, perdagangan, ilmu kesehatan dan lain sebagainya,” tandasnya.

Hanya saja dia menyayangkan umat Islam kurang memahami apa yang telah disiratkan oleh Al Quran, sehingga kita tidak perlu berkecil hati yang terjadi saat ini, justru yang memperdalam ilmu Al Quran itu adalah orang yang non muslim. Dan kita hanya menikmati apa yang diciptakan oleh non muslim tersebut, semisal kendaraan, alat pendingin (AC) dan sebagainya. * (Syam)