Penulis : Ayi Putri Tjakrawedana

 

Jakarta, MediaProfesi.com - Perayaan Cap Go Meh 2018 kali ini saya berkesempatan untuk mengambil bagian di Community Centre Kondominium Taman Anggrek.

 

Kebetulan saja saya memang sedang gencar memberikan sosialisasi masalah kesehatan. Dan beberapa relasi saya adalah di bidang tersebut.

 

Sebagai salah satu yang bermukim di Kondominium Taman Anggrek (KTA) yang berlokasi menyatu dengan Mal Taman Anggrek (namun terpisah akses karena pastinya penghuni kondominium memerlukan privacy dan tidak tercampur dengan publik atau pengunjung mal).

 

Maka pada tanggal 24 Februari 2018 udara cerah bersinar terang dan suasana area KTA meriah dengan lampion berornamen merah menyala menghias disana-sini.

 

Deretan meja kursi yang berisi makanan yang dijual juga barang-barang lain seperti sepatu,baju,souvenir serta obat-obatan.

 

Acara yang tergolong rutin tahunan diselenggarakan di area tersebut menyatukan para penghuni KTA yang biasanya sibuk bekerja atau berbisnis, anak-anak sekolah atau kuliah sehingga jarang bertemu satu sama lain dan bertegur sapa.

 

Namun perayaan Cap Go Meh membuat suasana hangat diantara para penghuni KTA. Semua membaur ceria dari menyanyi,menari, atraksi Barongsai hingga lomba-lomba antar penghuni KTA.

Saya berkesempatan mengisi slot acara kesehatan bekerjasama dengan importir obat-obatan dari China yaitu PT Saras Subur Abadi (SSA).

 

Kami pun membagikan goodie bags atau bingkisan dalam tas berisi kalendar, kipas,pulpen serta beberapa sample produk.

 

Pengunjung pun bisa berinteraksi dengan menanyakan hal-hal seputar kesehatan yang dipaparkan Bapak Daniel Sung mewakili SSA.

 

Malam hari diadakan makan malam bersama dengan suguhan band dan line dance. Semua gembira ikut larut bersama. Senang sebab pulang ada yang beruntung kebagian door prize. Yang tidak kebagian mendapat goodie bags.

 

Apa sebetulnya Cap Go Meh itu ?

Cap Go Meh adalah perayaan budaya Tionghoa yang dilakukan setelah Tahun Baru China atau Imlek.

 

Imlek biasanya dirayakan dengan sembahyang ke kelenteng untuk memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan di tahun yang baru. Setelah itu baru kumpul dan makan bersama keluarga.

 

Sedangkan, ketika Cap Go Meh, orang-orang membawa persembahan berupa kue keranjang dan melakukan sembahyang kue keranjang untuk mengucap syukur dan memohon keselamatan.

 

Dulunya, Cap Go Meh dilakukan secara tertutup untuk kalangan istana dan belum dikenal masyarakat awam. Festival tersebut dilakukan pada malam hari, sehingga harus menyediakan banyak lampion dan aneka lampu warna-warni.

 

Lampion dalah pertanda kesejahteraan hidup bagi seluruh anggota keluarga. Makanya, Cap Go Meh kerap disebut Festival Lampion. Ketika pemerintahan Dinasti Han berakhir, barulah Cap Go Meh dikenal oleh masyarakat. Ketika Cap Go Meh, rakyat bisa bersenang-senang sambil menikmati pemandangan lampion yang telah diberi banyak hiasan.

 

Cap Go Meh (Hokkien: 十五暝) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia.

 

Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari.

 

Perayaan ini dirayakan dengan jamuan besar dan berbagai kegiatan. Di Taiwan ia dirayakan sebagai Festival Lampion.

 

Di Asia Tenggara ia dikenal sebagai hari Valentine Tionghoa, masa ketika wanita-wanita yang belum menikah berkumpul bersama dan melemparkan jeruk ke dalam laut - suatu adat yang berasal dari Penang, Malaysia.

 

Semoga kebahagiaan,kemakmuran dan kedamaian menyertai kita semua...Happy Cap Go Meh 2018. (Diolah dari berbagai sumber)