Oleh : Muhammad

 

Jakarta, Mediaprofesi.com – Dalam dunia pendidikan terdapat dua jenis kemampuan berpikir pada seseorang, yaitu Lower Order Thinking Skill (LOTS) dan Higher Order Thinking Skill (HOTS).

 

Kemampuan berpikir LOTS berfokus pada kemampuan seseorang dalam hal menghafal dan menitikberatkan pada kekuatan ingatan pikiran.

 

Sedangkan kemampuan HOTS merupakan kemampuan berpikir yang lebih tinggi dibandingkan kemampuan berpikir LOTS, di mana seseorang diajak untuk dapat menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan.

 

Seseorang dengan kemampuan berpikir HOTS tidak lagi berpikir berdasarkan ingatan namun berdasarkan apa yang dia cari dan temukan sendiri sehingga ia akan benar-benar memahami suatu topik dari akar permasalahannya.

 

Kemampuan berpikir HOTS dapat memberikan banyak manfaat karena dengan memiliki kemampuan menganalisis dan berpikir kritis, seseorang dapat memahami suatu ilmu yang baru secara menyeluruh dan bahkan menghasilkan ide-ide lain yang kreatif, tidak lagi berfokus pada kemampuan ingatan mereka yang dapat rusak atau hilang seiring berjalannya waktu.

 

Untuk menguji kemampuan kognitif siswa secara menyeluruh, diperlukan penggunaan soal-soal ujian HOTS yang saat ini belum umum digunakan di Indonesia. Berikut adalah contoh soal LOTS yang hanya menguji kemampuan aplikasi.

 

Seorang pedagang menjual 40 kg terigu seharga Rp336.000,00. Terigu tersebut dijual dengan keuntungan 12%. Harga pembelian terigu per kg adalah...

A. Rp6.000,00

B. Rp6.500,00

C. Rp7.000,00

D. Rp7.500,00

 

Sementara itu, di bawah ini adalah contoh soal HOTS yang menguji kemampuan penalaran.

 

Pada umumnya AC ukuran 1 PK akan menghabiskan daya 800 watt. Perusahaan AC merk XYZ mengklaim bahwa produknya lebih hemat 25% dari AC biasa. Jika biaya listrik per kwh adalah Rp1.000,00 dan klaim tersebut benar, selisih biaya yang ditanggung pengguna AC biasa dengan pengguna AC XYZ dalam waktu 30 hari untuk penggunaan 8 jam setiap harinya adalah...

A. Rp48.000,00

B. Rp96.000,00

C. Rp144.000,00

D. Rp192.000,00

 

President Zenius Education, Wisnu Subekti, mengatakan, pelajar di Indonesia saat ini masih banyak yang dilatih untuk mengandalkan kemampuan ingatan dalam menerima suatu ilmu atau informasi baru tanpa dibarengi dengan pemahaman yang mendalam.

 

Hal ini menyebabkan pelajar di Indonesia cenderung mudah melupakan pelajaran yang sebelumnya pernah didapat. Padahal, idealnya para pelajar dilatih untuk memiliki nalar yang baik, logika dasar yang kuat, berpikir kritis, serta memiliki pemahaman yang menyeluruh.

 

Zenius Education merupakan perusahaan pendidikan berbasis teknologi karya anak bangsa yang memberikan bimbingan belajar secara online kepada lebih dari 11 juta pengguna di Indonesia melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan penekanan pada pola pikir rasional dan ilmiah.

 

Dengan menghadirkan halaman Download Soal yang menyediakan lebih dari 3.500 paket soal pada jenjang SD, SMP, SMA dengan komposisi soal LOTS dan soal HOTS yang proporsional, Zenius memberikan pengalaman belajar baru bagi pelajar mulai dari kelas 1 SD hingga para pelajar SMA yang mempersiapkan diri untuk memasuki dunia perguruan tinggi.

 

“Dengan ribuan pilihan paket soal yang disediakan secara gratis disertai video pembahasan yang menyenangkan, serta dengan didukung tenaga pengajar ahli dari berbagai latar belakang ilmu, kami berharap pelajar di Indonesia dapat memiliki semangat baru dalam belajar,” ujar Wisnu.

 

Wisnu menuturkan bahwa pelajar tidak perlu lagi takut dengan soal-soal berstandar HOTS yang mulai banyak diadopsi oleh sekolah-sekolah di Indonesia. * (Muh/Syam)