Oleh : Muhammad

 

Jakarta, Mediaprofesi.com - Jumlah penduduk ibu kota yang tidak mempunyai tangki septik mencapai setidaknya 475 ribu jiwa (data BPS 2017). Bahkan, jamban yang saat ini dimiliki penduduk Jakarta, hanya 63,55% yang layak untuk digunakan.

 

Untuk mengatasi hal tersebut, dalam satu tahun terakhir APP Sinar Mas berkolaborasi bersama Konsorsium SPEAK Indonesia, Yayasan Pembangunan Citra Insan (YPCII) serta Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika (USAID) dalam melaksanakan Program Sanitasi untuk Masyarakat Kota DKI Jakarta (SIMASKOTA DKI).

 

Pada tahap awal, dilakukan survei dasar terhadap 1.422 KK, studi banding, dan audiensi yang melibatkan 1.266 jiwa agar rangkaian kegiatan yang dijalankan tepat sasaran dan dapat dinikmati seluruh masyarakat setempat.

 

Setelah itu dilakukan program pembangunan infrastruktur sarana sanitasi serta edukasi dan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi sehat dan kesehatan lingkungan.

 

Hasilnya, hingga Desember 2019, program tersebut telah menyelesaikan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah Komunal (IPAL) biofilter dan IPAL mini di Kelurahan Tebet Timur, Jakarta Selatan; serta 11 tangki septik juga telah tersedia di RPTRA, rumah tangga, dan komunal Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara.

 

Dari fasilitas yang sudah dibangun, sebanyak 80 Kepala Keluarga (KK) di Tebet Timur dan 20 KK di Pademangan Barat telah merasakan manfaat program ini.

 

Ir. Suharti, MA, Ph.D, Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Pemukiman Prov. DKI, menyatakan bahwa Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai permasalahan kualitas sanitasi dengan melakukan berbagai macam kegiatan.

 

“Pemprov DKI menyatakan apresiasinya terhadap program SIMASKOTA sebagai salah satu bentuk nyata kolaborasi antara warga, NGO, perusahaan swasta dan pemerintah dalam mengakselerasi  pemenuhan sanitasi yang layak bagi warga Jakarta,” kata Suharti.

 

Ditekankan pula, bahwa upaya ini akan mendapatkan hasil yang optimal manakala masyarakat juga menyadari pentingnya isu sanitasi yang layak mengingat dampaknya pada kesehatan individu maupun lingkungan yang cukup besar.

 

Direktur SPEAK INDONESIA, Wiwit Heris, mengatakan pembangunan fisik dan edukasi yang dilakukan secara bersamaan diperlukan untuk membuahkan hasil yang maksimal dalam program ini.“Mengubah perilaku masyarakat itu bukan hanya mengenai membangun fasilitas, tapi juga bagaimana kita bisa membentuk pola pikir mereka akan pentingnya sanitasi layak,” tambah Wiwit.

 

Dalam acara yang sama, Chief Sustainability Officer APP Sinar Mas, Elim Sritaba mengatakan bahwa partisipasi APP Sinar Mas pada program SIMASKOTA merupakan wujud dukungan perusahaan terhadap salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dari PBB, yakni memastikan ketersediaan dan manajemen air bersih yang berkelanjutan dan sanitasi bagi semua.

 

Elim menyampaikan, akses air bersih dan sanitasi yang layak merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. APP Sinar Mas akan terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan Program SIMASKOTA, terutama dari segi edukasi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap air bersih, sanitasi, dan kesehatan lingkungan.

 

Ini juga wujud dari komitmen Roadmap Keberlanjutan 2020 APP Sinar Mas dan bagian dari peran APP Sinar Mas sebagai Co-Chair untuk Indonesia Water Mandate - UN CEO Water Mandate,” tutur Elim. * (Muh/Syam)