Oleh : Wahyu

 

Jakarta, Mediaprofesi.com - Sektor industri melalui Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menggandeng Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia melanjutkan donasi alat kesehatan bagi penanganan pandemi virus corona (Covid-19) melalui penyerahan bantuan kepada Pemerintah.

 

“Tenaga medis dan jajaran pelayanan publik adalah lini terdepan penanganan virus yang penyebarannya cepat ini. Itu sebabnya donasi lintas perusahaan berbentuk peralatan, yang kami prioritaskan untuk membantu mereka,” ujar Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto selepas penyerahan simbolik mewakili kalangan usaha kepada Tzu Chi yang akan meneruskannya kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Tzu Chi Center Tower, Jakarta Utara.

 

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Liu Su Mei menyebut, filosofi kerelawanan Tzu Chi yakni satu hati, harmoni, saling mengasihi dan bergotong royong akan menghadirkan kekuatan terbesar, sejalan dengan kemitraan lintas pihak dalam memerangi pandemi yang tengah berlangsung.

 

Bantuan peralatan kesehatan seberat tak kurang dari 80 ton berupa 100 unit alat bantu pernapasan (ventilator), masing-masing 75.000 alat pelindung diri dan kaca mata pelindung, berikut 20.000 masker N95 tiba dari Guangzhou, Tiongkok, dengan pesawat Garuda Indonesia.

 

Turut hadir dalam penyerahan, perwakilan donatur dari Astra International, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Djarum, dan Agung Sedayu Group. Sesuai protokol pembatasan fisik, jumpa pers berlangsung dalam bentuk konferensi video.

 

Sulistiyanto selaku koordinator donasi mengatakan, karena bantuan berwujud barang, Pemerintah telah memfasilitasi mereka lewat relaksasi perizinan impor alat kesehatan, “Agar peralatan dapat segera tiba di Indonesia, mendukung penanganan pandemi yang lebih cepat, aman dan menyeluruh.”

 

Di tempat yang sama, Ketua Umum KADIN, Rosan Roeslani menyebutkan, “Penyerahan kami lakukan secara bertahap, sehingga kesempatan bagi perusahaan lainnya yang ingin bergabung tetap terbuka lebar,” ujarnya.

 

Pihaknya berharap, donasi lintas perusahaan bertajuk Pengusaha Peduli NKRI ini dapat menggalang bantuan senilai tak kurang dari Rp500 miliar, di mana perkembangan donasi, menurutnya, secara berkala dilaporkan kepada Presiden RI. Sementara pengalokasiannya menjadi kewenangan BNPB dan Kementerian Kesehatan. * (Wah/Syam)