Oleh : Ahmad


Jakarta, Mediaprofesi.com - DFSK turut mendukung pelaksanaan new normal dan memerangi wabah virus corona dengan berkontribusi memberikan 20.000 masker dan 100 thermogun secara cuma-cuma di Serang Banten pada Kamis (4/6/2020).

 

Bantuan ini diserahkan secara langsung kepada Kepolisian Daerah (Polda) Banten dan Kepolisian Resor (Polres) Serang oleh Franz Wang Managing Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile sebagai perwakilan dari DFSK, dan diterima oleh Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Banten, Kombes Pol. Dr. Naryana, M. Kes, dan Kepala Kepolisian Resor Serang, AKBP Mariyono, SIK., M.Si.

 

Bantuan berupa masker dan thermogun ini diharapkan bisa membantu memberikan perlindungan diri bagi para petugas Kepolisian dalam menjalankan aktivitas harian mereka di tengah pandemi virus corona. Sehingga pelayanan terhadap masyarakat tetap terjaga.

 

“Pembagian masker dan thermogun ini merupakan salah satu bentuk kepedulian DFSK terhadap masyarakat di sekitar pabrik DFSK yang menjadi salah satu ekosistem kami selama ini,” ujar Wang.

 

Menurut Wang, sebagai salah satu pihak garda terdepan dalam penerapan New Normal, tentunya alat perlindungan diri seperti masker menjadi hal yang sangat penting buat para petugas kepolisian, sehingga dapat menjamin kesehatannya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

 

Dalam tugas hariannya saat ini, pihak Kepolisian juga merupakan salah satu Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Banten, pihak Kepolisian tidak henti-hentinya memberikan anjuran agar tetap mempertimbangkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan mencuci tangan saat keluar rumah.

 

"Kami mengapresiasi inisiatif baik yang dilakukan oleh PT Sokonindo Automobile (DFSK). Donasi masker dan thermogun dari DFSK ini kami butuhkan dalam melaksanakan tugas keseharian kami dan akan kami distribusikan kepada 26 gugus di lapangan yang sangat membutuhkan APD tersebut,” ujar Kombes Pol. Dr. Naryana, M. Kes.

 

"DFSK juga berharap pandemi virus corona ini bisa segera berakhir agar kehidupan kembali normal, roda perekonomian kembali menggeliat, dan masyarakat bisa beraktivitas seperti sedia kala," pungkas Wang. * (Ahm/Syam)