Oleh : Wahyu

 

Jakarta, Mediaprofesi.com – Melalui media sosial resminya di Instagram dan Facebook, vivo mengumumkan 12 September 2018 sebagai tanggal resmi peluncuran seri penerus V9 ini di Indonesia.

Selanjutnya...

Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, Mediaprofesi.com – Indosat Ooredoo menandatangani jalinan kerjasama dengan Cisco, dimana Indosat Ooredoo memilih Cisco Control Center, sebuah automated IoT Connectivity Management Platform.

Selanjutnya...

Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, Mediaprofesi.com – Dalam gelaran Konferensi Asia IoT Business Platform Edisi ke-25 di Jakarta, yang diadakan pada 28-29 Agustus 2018 di The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta menyoroti hal-hal terbaru mengenai implementasi Internet of Things (IoT) di Indonesia.


 

Pada konferensi dua hari ini, para stakeholder kunci dalam industri IoT, termasuk pemerintah, penyedia solusi IoT, dan perusahaan pengguna, akan berdiskusi tentang bagaimana menghadapi tantangan yang ada dan potensi IoT yang belum dieksplorasi oleh bisnis di Indonesia.

 

Asia IoT Business Platform adalah platform industri yang dinamis, yang semakin relevan dengan era masa kini, di mana transformasi digital telah menjadi sangat penting bagi bisnis di berbagai sektor,” kata Irza Suprapto, Direktur Asia IoT Business Platform.

 

Menurut Irza, IoT memainkan peran penting dalam berbagai inisiatif transformasi digital dan Asia IoT Business Platform edisi ke-25 akan menghadirkan diskusi mendalam mengenai IoT dan memamerkan teknologi IoT terbaru untuk membantu perusahaan di negara ini mengadopsi strategi transformasi digital yang benar.

 

Sebuah survei enterprise telah dilakukan oleh Asia Business Platform pada awal tahun ini menyingkapkan sejumlah data yang menggembirakan.

 

Survei ini menunjukkan transformasi digital semakin meluas di perusahaan-perusahaan Indonesia dan saat ini terdata sudah 91,1 persen persen perusahaan yang melakukan transformasi digital.

 

Tak heran apabila pebisnis semakin familiar dengan IoT. Menurut survei itu, hanya 8,6 persen bisnis yang belum familiar dengan teknologi IoT pada 2018, turun dari 16 persen pada survei tahun lalu. Sebanyak 67,4 persen dari 1.573 responden dalam survei itu merasa bahwa data analytic dan software business intelligence harus digunakan untuk meraih manfaat dari solusi IoT secara maksimal.

 

Tapi, survei itu memang mendapati bahwa baru 8,4 persen pebisnis yang betul-betul telah merasakan manfaat dari implementasi solusi IoT, naik sedikit dari 5,1 persen pada tahun lalu. Lebih lengkap mengenai hasil survei ini serta perbandingan antara hasil survei di Indonesia dan negara ASEAN lain, akan dipaparkan di konferensi Asia IoT Business Platform edisi ke-25.

 

Di samping mendiskusikan tantangan-tantangan utama dalam pengimplementasian IoT di Indonesia pada masa depan, Konferensi Asia IoT Business Platform edisi ke-25 juga akan menghadirkan pencapaian penting dalam industri IoT di negeri ini, yaitu peluncuran Draft Nasional Roadmap IoT oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

 

Beberapa topik diskusi penting yang disoroti dalam konferensi itu antara lain: perkembangan implementasi IoT, permasalahan yang ada, solusi yang bisa digali, dan berbagai inisiatif yang dapat mendorong pengadopsian IoT di Indonesia seperti IoT Roadmap, Making Indonesia 4.0, dan Towards 100 Smart City.

 

Secara khusus, akan didiskusikan soal implementasi IoT di industri transportasi dan logistik, e-commerce, perbankan dan keuangan, serta Smart City.

 

Konferensi ini juga akan mengetengahkan bagaimana IoT diimplementasikan dan sejumlah studi kasus di negara lain.

 

Contohnya adalah pengaruh IoT dalam Thailand 4.0 dan studi kasus manufaktur pintar di Siam City Cement; lab hidup IoT di kota Fukuoka, Jepang; dan contoh utilisasi IoT untuk mengembangkan sistem pengelolaan energi yang lebih baik di Malaysia.

 

Pada acara pembukaan konferensi ini telah diberikan penghargaan tahunan Enterprise Innovation Awards kepada Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Perusahan Gas Negara (PGN). * (Syam)

Oleh : Wahyu

 

Jakarta, Mediaprofesi.com – Vivo semakin mengungkap rangkaian fitur unggulan V11 Pro sebagai seri terbarunya di Indonesia, yakni melalui akun resmi Vivo Indonesia di Instagram dan Facebook, vivo memperkenalkan fitur Screen Touch ID atau pemindai sidik jari langsung pada layar.

Selanjutnya...

Oleh : Yudi

 

Jakarta, Mediaprofesi.com - Alcatel-Lucent Enterprise (ALE) menyelenggarakan ALE Hackathon 2018. Program ini merupakan sebuah inisiatif yang menantang para pengembang untuk membuat aplikasi berdasarkan platform Rainbow.

Selanjutnya...

Artikel Lain...