Oleh : Oryza

 

Jakarta, MediaProfesi.com - Red Hat, Inc. (NYSE: RHT mengumumkan bahwa Follett School Solutions, SIX Group, ZTE Corporation, dan Elo tengah mentransformasi infrastruktur TI mereka dan menerapkan metodologi DevOps dengan mengadopsi Red Hat OpenShift Container Platform sebagai solusi pilihan untuk Kubernetes kelas enterprise.

 

Perusahaan-perusahaan tersebut, yang berada di wilayah yang berbeda, mencerminkan bagaimana para pelanggan di seluruh dunia menerapkan Red Hat OpenShift, yang merupakan platform Kubernetes yang paling komprehensif di industri.

 

Red Hat OpenShift Container Platform mempersatukan para pengembang dan operasi TI pada satu platform guna mengembangkan, menerapkan, dan mengelola aplikasi-aplikasi secara konsisten di seluruh infrastruktur cloud hybrid.

 

Teknologi ini membantu perusahaan dalam meraih nilai yang lebih besar dengan menghadirkan aplikasi modern dan tradisional melalui siklus pengembangan yang lebih pendek dan peningkatan efisiensi.

 

Platform ini dibangun berbasis inovasi open source dan standar-standar industri, termasuk Red Hat Enterprise Linux dan Kubernetes, serta telah dipercaya oleh banyak perusahaan di seluruh dunia.

 

Perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan keunggulan dari Red Hat OpenShift Container Platform, serta portofolio luas dari container dan solusi-solusi berbasis Kubernetes Red Hat agar dapat lebih cepat menciptakan, melakukan hosting, dan menyesuaikan aplikasi-aplikasi di seluruh lingkungan hybrid dan multi-cloud.

 

Ashesh Badani, Vice President and General Manager, OpenShift, Red Hat mengatakan, di seluruh dunia, kami melihat perusahaan-perusahaan beralih ke teknologi transformasi digital seperti container Linux seiring perusahaan-perusahaan tersebut berusaha menghadirkan peningkatan nilai bisnis secara lebih cepat dan mendukung penawaran layanan yang terdiferensiasi bagi para pelanggan mereka.

 

Red Hat OpenShift Container Platform membantu perusahaan dalam memanfaatkan teknologi inovatif yang diperlukan guna mengembangkan aplikasi dan layanan modern sekaligus menjaga agar lingkungan tetap stabil dan lebih aman, serta mendorong transformasi tanpa mendisrupsi operasi-operasi yang ada, tambahnya.

 

Anderson Agapito, Infrastructure Manager, Elo menyatakan, ketika kami mengawali langkah transformasi digital kami, perusahaan kami memilih Red Hat karena produk-produk mereka sesuai dengan kebutuhan kami dan juga memiliki manfaat tambahan dari dukungan Red Hat.

 

Sejak menerapkan solusi Red Hat, Elo dapat mengadopsi budaya DevOps yang memungkinkan kami untuk menghemat waktu penerapan dan memberikan berbagai layanan kepada para pelanggan kami secara lebih cepat dan efisien," jelas Anderson.

 

Jerry Thome, Architect, Follett School Solutions menyebut dengan beralih ke Red Hat OpenShift Container Platform merupakan komponen utama dalam keseluruhan strategi kami untuk menghadirkan software yang lebih baik secara lebih cepat kepada para pelanggan kami.

 

Dengan OpenShift, perusahaan kami mampu menyesuaikan berbagai aplikasi berdasarkan permintaan dalam hitungan menit, mampu menangani beban dengan lebih baik, serta menggunakan sumber daya secara lebih efisien,” katanya.

 

Dia mengakui, platform ini telah memungkinkan kami untuk menjalankan dan mengelola aplikasi-aplikasi dalam container dengan lingkungan operasinya sendiri (containerized application) dengan andal sehingga Follett School Solutions dapat fokus dalam menyelesaikan rangkaian pemasalahan berikutnya bagi para pelanggan kami. * (Ory/Syam)