Oleh : Wahyu

 

Jakarta, MediaProfesi.com - Microsoft Corp. (Nasdaq "MSFT") dan Red Hat Inc. (NYSE: RHT) memperluas aliansi mereka guna memberdayakan pengembang enterprise untuk menjalankan aplikasi berbasis container pada Microsoft Azure dan on-premise.

 

Melalui kolaborasi ini, kedua perusahaan akan memperkenalkan penawaran OpenShift perdana yang dikelola bersama di cloud publik, yang menggabungkan kekuatan Red Hat OpenShift, platform Kubernetes enterprise paling komprehensif di industri, dan Azure, cloud publik Microsoft.

 

Red Hat OpenShift on Azure akan direkayasa bersama dan dirancang untuk mengurangi kompleksitas manajemen container bagi para pelanggan.

 

Sebagai penawaran yang dipillih kedua perusahaan untuk alur kerja container hybrid bagi pelanggan bersama mereka, Red Hat dan Microsoft akan bersama-sama mengelola solusi tersebut untuk pelanggan, dengan dukungan dari kedua perusahaan.

 

Selain menjadi layanan yang sepenuhnya dikelola, Red Hat OpenShift on Azure akan menghadirkan keunggulan berikut bagi para pengembang enterprise:

o Fleksibilitas: Secara bebas memindahkan aplikasi antar lingkungan on-premise dan Azure menggunakan OpenShift, yang menawarkan suatu platform container yang konsisten di seluruh cloud hybrid.

o Kecepatan: Terhubung lebih cepat, dan dengan keamanan yang ditingkatkan, antara kluster OpenShift Azure dan on-premise dengan jaringan hybrid.

o Produktivitas: Mengakses layanan Azure seperti Azure Cosmos DB, Azure Machine Learning, dan Azure SQL DB, sehingga membuat pengembang lebih produktif.

 

Ketika pelanggan memilih Red Hat OpenShift on Azure, mereka akan menerima suatu layanan terkelola yang didukung oleh layanan operasi dan dukungan dari kedua perusahaan. Dukungan meluas di seluruh containerized application, sistem operasi, infrastruktur, dan orkestrator.

 

Pelanggan dapat lebih mudah memindahkan aplikasi mereka antara lingkungan on-premise dan Microsoft Azure karena mereka memanfaatkan platform container yang konsisten di OpenShift di kedua footprint cloud hybrid.

 

Kolaborasi yang diperluas antara Microsoft dan Red Hat juga akan termasuk:

o Mengaktifkan cloud hybrid dengan dukungan penuh untuk Red Hat OpenShift Container Platform on-premise dan pada Microsoft Azure Stack, yang menawarkan fondasi on-premise dan off-premise yang konsisten untuk pengembangan, penerapan, dan pengelolaan aplikasi cloud-native di infrastruktur Microsoft. Hal ini memberikan jalur bagi pelanggan untuk memasangkan kekuatan cloud publik Azure dengan fleksibilitas dan kontrol OpenShift on-premise pada Azure Stack.

o Pengelolaan container multiarsitektur yang mencakup container Windows Server dan Red Hat Enterprise Linux. Red Hat OpenShift on Microsoft Azure akan secara konsisten mendukung container Windows bersama container Red Hat Enterprise Linux, yang menawarkan platform orkestrasi yang sama yang menjangkau penyedia platform enterprise terkemuka.

o Lebih banyak cara untuk memanfaatkan data dengan perluasan integrasi Microsoft SQL Server di lanskap Red Hat OpenShift. Keunggulan ini akan segera menyertakan SQL Server sebagai container bersertifikat Red Hat untuk penyebaran pada Red Hat OpenShift on Azure dan Red Hat OpenShift Container Platform di seluruh cloud hybrid, termasuk Azure Stack.

o Lebih banyak cara bagi pengembang untuk menggunakan tool Microsoft dengan Red Hat karena pelanggan Visual Studio Enterprise dan Visual Studio Professional akan mendapatkan kredit Red Hat Enterprise Linux. Untuk pertama kalinya, pengembang dapat bekerja dengan .NET, Java, atau framework open source paling populer pada platform tunggal yang didukung ini.

 

Red Hat OpenShift on Azure diperkirakan akan tersedia untuk pratinjau dalam beberapa bulan mendatang. Red Hat OpenShift Container Platform dan Red Hat Enterprise Linux on Azure dan Azure Stack saat ini telah tersedia. * (Wah/Syam)