Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, MediaProfesi.com – Ada peluang besar dalam penyebarluasan manfaat IoT bagi proses bisnis di Indonesia, sebab ada lebih banyak sektor spesifik dalam perekonomian yang akan mendapat manfaat pengunaan teknologi IoT.

 

Hal tersebut disampaikan Irza Suprapto, Direktur Asia IoT Business Platform pada acara Media Briefing hari Rabu (4/7/2018) di Jakarta dalam rangka pemaparan hasil survey terbaru terhadap perusahaan-perusahaan di ASEAN yang akan dipaparkan pada Asia IoT Business Platform (AIBP) edisi ke-25 di Jakarta, yang akan digelar pada 28-29 Agustus 2018.

 

Irza menyebut bahwa informasi terbaru mengenai implementasi teknologi IoT di Indonesia tahun ini, begitu juga perbandingannya dengan negara-negara lain di ASEAN akan menjadi satu dari banyak topik menarik yang akan didiskusikan di AIBP 2018, yang akan berfokus pada tema Digitization of Local Enterprises in Indonesia.

 

Kegiatan ini telah mendapat dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, dan akan menghadirkan badan-badan pemerintahan, berbagai perusahaan, dan penyedia solusi IoT internasional, dengan tujuan untuk memahami bagaimana teknologi IoT bisa diaplikasikan di perusahaan dalam meningkatkan proses bisnis secara internal.

 

“Kami melihat sangat positif perkembangan di Indonesia terhadap langkah yang diambil oleh perusahaan lokal selama 2-3 tahun terakhir dalam membangun strategi digitalisasi yang terfokus, supaya mereka bisa bersaing tidak hanya secara lokal, tetapi juga regional,” tambahnya.

 

AIBP akan fokus dalam menampilkan apa yang sudah diraih perusahaan lokal dan diskusi akan memandang ke depan, seputar apa yang dapat dilakukan oleh bisnis Indonesia secara teknologi untuk mempertahankan pertumbuhan yang mengesankan.

 

Sementara perusahaan telekomunikasi lokal akan menyesuaikan layanan mereka untuk mendukung upaya negara dalam mendorong perluasan digitalisasi.

 

Tren positif terjadi dalam pengimplementasian teknologi Internet of Things (IoT) di Indonesia. Menurut survei Asia IoT Business Platform di ASEAN tahun lalu, lebih dari 83 persen bisnis Indonesia saat ini sedang mengeksplorasi dan mengimplementasikan solusi IoT.

 

Menurut survei itu, 11,8 persen bisnis sudah mengimplementasikan solusi IoT dan 5,1 persen sudah mendapat manfaat dari pengimplementasian itu, sementara 29 persen sedang mengeksplorasi solusi-solusi IoT yang ada, dan 37 persen sedang mengumpulkan fakta dan mempelajari solusi IoT.

 

Meski begitu, masih ada hambatan. Sebanyak 1.573 responden dari survei itu meyakini bahwa biaya yang tinggi (68,9 persen) adalah hambatan utama dalam mengimplementasikan solusi IoT skala besar, diikuti oleh masalah security (56,3 persen), ketidaksesuaian dengan sistem lama (48,2 persen), kompleksitas sistemnya (43,6 persen), dan ketersediaan sumber daya manusia yang memahami teknologi itu (40,4 persen).

 

Para pembicara yang akan menghadiri AIBP 2018 di Jakarta meliputi: wakil pemerintah dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI; Kementerian Perindustrian RI; Arief Musta’in, Head of Digital Service Division Telkom; Kirill Mankovski, Chief Enterprise Officer XL Axiata; Herfini Haryono, Chief Business Officer Indosat Ooredoo; Gerhard Loots, Head of IoT & M2M Telstra.

 

Diomedes Kastanis, Head of IoT Singtel; Ronni Rombe, Direktur Sinar Mas Agro Resources & Technology (SMART); Ravinder Mawa, CIO Sinar Mas Mining; Benny Woenardi, Managing Director Cikarang Dry Port; Ari Askhara, Managing Director Pelabuhan Indonesia III.

 

Kemudian Novrihandri, Direktur Keuangan dan IT Angkasa Pura I; Suyanto Tjoeng, Direktur Puninar Logistics; Said Badrul Nahar, Country IT Director DHL Supply Chain; Syofvi Roekman, Director of Corporate Planning PLN; Abdy Salimin, Director of Technology and Operations Bank Permata; Onny Widjanarko, Head of Payment System Policy Bank Indonesia; dan Steven Calvin Victory, VP, iLOTTE. * (Syam)