Oleh : Wahyu

 

Jakarta, MediaProfesi.com - Build Eco Xpo (BEX) Asia, pameran dagang terbesar di industri bangunan hijau (green building) di Asia Tenggara, dan Mostra Convegno Expocomfort (MCE) Asia, sebuah pameran HVAC-R, air, dan energi tingkat regional, akan diadakan pada September 2018.

 

Setelah para menteri ASEAN berdiskusi di Pertemuan Tingkat Menteri Khusus tentang Perubahan Iklim pada 10 Juli, BEX dan MCE Asia akan menyoroti upaya dan perkembangan terbaru dalam industri yang akan mendorong aksi perubahan iklim di kawasan.

 

Acara yang merupakan bagian dari Singapore Green Building Week (SGBW), BEX Asia, bersama acara-acara MCE Asia di lokasi sama, serta pertemuan tahunan International Green Building Conference (IGBC), akan menyambut 12.000 profesional, pemimpin, dan pembuat kebijakan dari seluruh industri bangunan.

 

Untuk memberikan pratinjau mengenai isu-isu yang ditekankan dan inovasi apa yang akan dibicarakan dalam BEX dan MCE Asia, sebuah seminar gratis diadakan di Jakarta, Indonesia, hari ini. Bertema “Indonesia: Building a Greener and Healthier City”.

 

Acara ini mengumpulkan para pemimpin di industri untuk mendiskusikan tren bangunan terkini di Indonesia. Selain mendiskusikan topik terkait lainnya seperti bangunan pintar dan efisiensi energi, dua sasaran penting di masa mendatang yang sedang dibidik negara ini.

 

Bangunan yang cerdas dan hijau diperkirakan mencapai 20-25 persen dari seluruh pasar bangunan di Indonesia pada 2025.

 

Akibat pertumbuhan populasi perkotaan yang melonjak dalam lima tahun terakhir, Indonesia membutuhkan solusi konstruksi yang hemat energi, minim dampak lingkungan, dan hemat biaya baik jangka pendek maupun jangka panjang.

 

Lebih jauh, Gerakan 100 Smart City yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika dan BAPPENAS berencana mewujudkan 100 kota tersebut menjadi online, tahun depan.

 

Urbanisasi yang begitu cepat dan kebutuhan untuk tumbuh secara berkelanjutan membuat Indonesia akan semakin banyak menyaksikan bangunan hijau dan cerdas meramaikan lanskap dalam negeri. Inovasi sangat penting untuk memaksimalkan upaya berkelanjutan ini.

 

Guna mempertahankan momentum industri ini, perlu ada kolaborasi berskala lebih besar antara pemangku kepentingan. Selain pembelajaran yang konstan mengenai teknologi terkini dan praktik terbaik yang membuat lingkungan hidup dan pekerjaan kita bertahan lama.

 

Konferensi bangunan hijau yang diadakan pada skala lokal maupun global sangat penting bagi industri ini dan para profesional yang ingin memperoleh ilmu terbaru.

 

“Serta membantu para pemimpin dan pembaru di seluruh dunia untuk terus terhubung dan berbagi ide demi masa depan yang lebih hijau,” kata Surendro, CEO Green Building Council Indonesia.

 

Louise Chua, Direktur Proyek, Reed Exhibitions, yang berkomentar tentang kemajuan BEX dan MCE Asia menyatakan bahwa ketika diskusi berkembang dan semakin menonjolkan penggunaan teknologi, MCE dan BEX Asia berada pada posisi terbaik untuk mempromosikan pertukaran ide dan praktik yang diperlukan dalam memenuhi kebutuhan industri.

 

“Hal ini akan terus menjadi gelombang dukungan untuk menjadi pemimpin di era perubahan iklim, mendorong pemain di seluruh rantai nilai seperti arsitek, konsultan, kontraktor, insinyur, dan penyewa untuk bersama-sama secara holistik mengatasi masalah keberlanjutan dan memetakan jalan menuju masa depan,” paparnya. * (Wah/Syam)