Oleh : Syamhudi

 

Jakarta, Mediaprofesi.com – Saat ini Indonesia sedang giat mempromosikan pengembangan ekosistem kota pintar, melalui kampanye Gerakan Menuju 100 Smart City.

 

“Sehingga solusi-solusi inovatif Taiwan di sektor teknologi menjadi sangat dibutuhkan,” ujar Danny Liao selaku Direktur Taiwan Trade Center Jakarta dalam acara seminar bertajuk “Efficiency Formula for Smart City” di tengah perhelatan pameran Communic Indonesia 2018, hari Rabu (24/10/2018) di Jakarta.

 

Menurut Danny Liao, Indonesia sedang mengkampanyekan Gerakan Menuju 100 Smart City, dan responnya terhadap produk teknologi kami sejauh ini sudah sangat baik. Sehingga kami harus bekerja lebih cepat lagi, untuk memperkenalkan produk-produk Taiwan Excellence di Indonesia.

 

Dalam ajang pameran yang berlangsung pada 24-26 Oktober 2018 di JIEXpo Kemayoran ini, Taiwan kembali menampilkan 25 brand terkemuka dari Taiwan di sektor teknologi yang memenangkan Taiwan Excellence Award, seperti Acer, Advantech, Apacer, Bionime, Geosat dan MSI.

 

“Kami dari industri asosiasi sangat menantikan kehadiran Taiwan Excellence, karena kami percaya bahwa brand-brand dibawah naungan Taiwan Excellence adalah brand-brand terbaik yang ada di Taiwan,” ujar Fanky Christian selaku Wakil Ketua Umum Asosiasi Sistem Integrator dan Sekuriti Indonesia (ASISINDO), yang juga menjadi pembicara dalam seminar tersebut.

 

Fanky mengakui bahwa saat ini Taiwan telah menjadi benchmark dalam bidang kemajuan terhadap solusi-solusi inovatif di bidang teknologi se Asia Pacifik.

 

Dia juga menyatakan bahwa kebutuhan smart city itu sangatlah berbeda dari satu kota dengan kota lainnya, hal ini sesuai dengan kebutuhan dan kondisi dari masyarakat yang ada di kota tersebut.

 

Sedangkan I Gusti Bagus Baskara Nugraha (Peneliti Smart City Community and Innovation Center ITB) selaku pembicara menambahkan, teknologi sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari, dan kehidupan kita kini sudah tidak bisa lepas dari yang namanya teknologi, terutama orang yang tinggal di perkotaan.

 

Bagus menyarakan, dalam menerapkan teknologi hendaknya digunakan secara terus menerus atau berkelanjutan, sehingga tidak perlu khawatir dengan teknologi, baik dalam keadaan normal maupun dalam situasi tidak normal.

 

Dia mencontohkan dalam situasi tidak normal, seperti terjadi gempa bumi, dimana listrik mati, yang berdampak terhadap lumpuhnya komunikasi, traffic lalu lintas, kehidupan sehari-hari di rumah tangga. Namun dengan adanya teknologi smart city kita sudah dapat mengantisipasi dan mengantisipasi, apa yang dilakukan bilamana kejadian itu benar-benar terjadi.

 

Hanya dengan teknologi kita dapat memberikan solusi yang cepat untuk mengatasi masalah tersebut, namun demikian, sambungnya, yang perlu dibina dan diberi pemahaman adalah dari manusianya, bagaimana memaksimalkan dalam penggunaan teknologi. * (Syam)