Oleh : Pratama

 

Jakarta, Mediaprofesi.comRed Hat, Inc., mengumumkan bahwa lebih dari empat juta sistem pelanggan di seluruh dunia kini diotomatisasi oleh Red Hat Ansible Automation.

 

Pelanggan-pelanggan tersebut, termasuk Energy Market Company, Microsoft, Reserve Bank of New Zealand dan Surescripts, semuanya menggunakan Red Hat Ansible Automation untuk mengotomatisasi dan mengatur operasi TI mereka, serta membantu memperluas otomatisasi lintas stack TI.

 

Sejak diluncurkan pada tahun 2013, Red Hat Ansible Automation telah menyediakan satu tool untuk membantu perusahaan dalam mengotomatiskan seluruh operasi dan pengembangan TI mereka, termasuk infrastruktur, jaringan, cloud, keamanan, dan lainnya.

 

Thomas Anderson, Ansible Business Owner, Red Hat mengatakan, pada tingkat global kami telah melihat perusahaan memilih Red Hat Ansible Automation tidak hanya karena kesederhanaan, skalabilitas, dan kompabilitas yang disediakannya, tetapi juga karena kemampuannya untuk mendorong transformasi budaya dalam perusahaan.

 

“Kami kini berupaya untuk membuat kolaborasi menjadi lebih mudah antar tim sehingga membantu memecah silo otomatisasi dan menerapkan otomatisasi di seluruh bagian perusahaan,” ujar Thomas Anderson.

 

Sementara Joseph Tejal, Systems Engineer, Datacom mengemukakan bahwa ketika melihat tool otomatisasi untuk Reserve Bank of New Zealand, kami tahu bahwa sistem akan membutuhkan ketersediaan tinggi dan arsitektur yang dapat diandalkan dengan redundansi yang terpisah secara geografis, serta tingkat keamanan dan integritas yang tinggi.

 

Pada akhirnya, ujar Josep Tejal,Red Hat Ansible Automation dipilih karena kemampuan orkestrasi yang dimilikinya. serta kesederhanaan dan efisiensinya yang radikal untuk penyebaran tingkat enterprise multi-tier.

 

Bart Dworak, Software Engineering Manager, Infrastructure and Operations, Network, Microsoft menyatakan, mengadopsi Red Hat Ansible Automation tidak hanya mengubah cara jaringan kami dikelola, tetapi juga memicu transformasi budaya dalam perusahaan kami.

 

“Dengan menempatkan otomatisasi di garis depan strategi kami dan bukan sebagai pilihan kedua, kami dapat menyesuaikannya dengan cara yang awalnya kami pikir tidak mungkin,” papar Bart Dwork.

 

Ditambahkannya, teknisi kami kini terus mencari cara kreatif untuk menyelesaikan masalah mereka dengan menggunakan Ansible Playbooks.

 

Datacom dan Microsoft, di antara banyak pelanggan lainnya, akan membahas tentang penerapan Red Hat Ansible Automation dan pengalaman mereka dalam mengotomatisasi seluruh perusahaan mereka di AnsibleFest Atlanta yang akan diadakan pada tanggal 24-26 September 2019. * (Pra/Syam)