Oleh : Wahyu

 

Jakarta, Mediaprofesi.com - Cloudera, Inc., (NYSE: CLDR) mengumumkan bahwa lebih dari setengah dari 30 bank terbesar di Asia Pasifik (tidak termasuk bank milik negara di China) telah memilih Cloudera untuk meningkatkan strategi data mereka guna mengakselerasi transformasi digital, meningkatkan pengalaman pelanggan, mematuhi regulasi dan persyaratan.

 

“Delapan dari 10 bank terbesar di Asia Tenggara adalah pelanggan Cloudera,” ujar Mark Micallef, Vice President of Asia Pacific and Japan, Cloudera.

 

Mark Micallef mengatakan,kejahatan finansial adalah salah satu tantangan terbesar bagi bank karena ini tidak saja merugikan secara finansial, namun juga berdampak buruk terhadap reputasi dan hubungan dengan nasabah.

 

Ditegaskannya, jaringan kejahatan semakin kreatif dan siap memanfaatkan setiap kesempatan di dalam maupun di luar operasi bisnis. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan untuk mengatasi lanskap data silo dan data yang sangat banyak, institusi layanan keuangan harus mengadopsi pendekatan inovatif untuk memanfaatkan data dan analitik dengan lebih baik dan melindungi dari ancaman yang sudah diketahui maupun yang tidak dikenali, sambil tetap mengikuti perubahan regulasi.

 

“Kami sangat bangga telah dipilih oleh bank-bank terkemuka di wilayah ini untuk membantu mereka membuat keputusan berdasarkan informasi untuk mengamankan perusahaan mereka seiring dengan pertumbuhan perusahaan,” tambahnya.

 

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) adalah salah satu bank BUMN di Indonesia yang membangun platform big data dimotori oleh Cloudera Enterprise untuk menganalisa data pelanggan dalam jumlah besar yang terakumulasi selama bertahun-tahun.

 

BRI juga menggunakan Cloudera Data Science Workbench untuk mengembangkan model machine learning untuk mendeteksi penipuan. Sistem baru ini akan memproses dan mendeteksi pemalsuan secara real time, dengan menyoroti anomali yang ditemukan di rangkaian peristiwa dari beberapa touch point pelanggan seperti ATM dan portal internet banking. 

 

“Karena nasabah mengubah cara mereka melakukan aktivitas perbankan dan mengingat canggihnya penipuan, bank harus memanfaatkan data dan melakukan pendekatan baru untuk menumbuhkan dan melindungi bisnis mereka,” kata Indra Utoyo, Direktur IT dan Operasi, BRI.

 

Sementara United Overseas Bank (UOB) adalah bank yang telah bekerja sama dengan Cloudera untuk membangun platform big data kelas enterprise.

 

Dari platform tersebut tim analitik bisa mengakses data yang relevan dan berkualitas untuk meningkatkan proses bisnis dan mengembangkan solusi baru berdasarkan kecerdasan buatan dan machine learning.

 

Sebagai contoh, untuk membantu memerangi kejahatan finansial, salah satu dari solusi machine learning memungkinkan analis UOB untuk mengurangi positif palsu atau false positive dari dugaan transaksi pencucian uang sebesar 40%. * (Wah/Syam)