• Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Financial
  • Industri
  • Politik
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Nusantara

Dari Hobby Merajut Bisa Menjaring Duit

Minggu, 31 Agustus 2014 18:35 |  E-mail

Oleh : Syamhudi

Jakarta, MediaProfesi.com - Seperti kata pepatah, kalau rezeki tak kan lari kemana. Itulah yang dialami oleh Nita Tjindarbumi yang sejak kecil hobby merajut selain menulis. Kendati hobby merajutnya itu dilakukan dikala senggang saja, namun hal itu bagaikan sudah menjadi darah daging yang sulit dipisahkan dari dirinya hingga saat ini.

Berawal dari memenuhi keinginan teman yang ingin punya taplak meja rajut tapi tidak bisa bikin sendiri dan cari di toko tak ada yang jual. Kala itu Nita masih menjadi wartawati dan dia juga sampai lupa tahun berapa saat dia menerima orderan dari hanya sekedar memenuhi keinginan temannya.

Dari situ muncul motivasi yang kuat dalam dirinya untuk mengembangkan hobbynya menjadi suatu wirausaha mandiri, dengan tujuan menghapus asumsi bahwa merajut itu sulit dan bahkan bila ditekuni justru bisa menciptakan lahan bisnis baru dan juga membuka lapangan kerja baru.

"Gerai rajutku, waktu itu di sebuah mall selain jual produk, terima order rajut, menjual alat dan benang karena di gerai yang kuberi nama MAHIRAJUT, membuka kursus merajut. Setiap hari selalu ada yang kursus," ujar Nita.

Saat buka gerai dia tak punya karyawan. Bahkan setelah usahanya berjalan hanya menggunakan 1 orang SPG, karena saat mengajar agak repot melayani pembeli. Sekarang dia dibantu anak perempuannya, sehingga sudah tidak pakai SPG tetap, pasalnya dia melakukan penjualan melalui sistem on-line.

Untuk urusan menjahit ada 1 sampai 4 penjahit, tapi freelance aja kalau dibutuhkan. Sementara tukang rajut ada beberapa orang, itu pun jika ada orderan yang sifatnya massal. Karena dia ingin tetap mempertahankan rajutannya yang limited edition. "Kalau desainer, ya aku sendiri," ungkapnya.

Dari desain yang dibuatnya sendiri, kini sudah banyak menghasilkan berbagai produk seperti produk rumah tangga, fashion, pernik, baju, sepatu, tas, sovenir dan masih banyak lagi produk lainnya.

Inilah berkah yang awalnya dari permintaan teman, lalu ketika koleksi rajutannya sudah menumpuk, dia pun iingin orang melihat karyanya, sembari berharap mereka jadi tertarik untuk merajut, lalu belajar. Karena di tahun 2008 itu Nita punya keinginan kuat membantu perempuan supaya bisa mandiri, punya penghasilan sendiri, salah satu caranya dengan keterampilan. Yaitu merajut.

"Sampai saat ini outletku hanya di rumah saja. Karena geraiku yang di mall sudah ditutup sewaktu aku bekerja di Jakarta," tambahnya.

Nah, untuk modal diklaimnya tak bisa menghitung, karena waktu buka toko, semua rajutan dan benang adalah koleksi pribadi yang numpuk. Yang pasti modalku berasal dari honor menulis, sebagian dari hasil jadi lawyer. "Jadi hasil nulis dijadikan benang dll. Hasil ngajar untuk sewa toko, bayar gaji SPG. Muter terus. Dan sampai detik ini belum pernah pinjam ke bank mana pun," jelasnya.

Nita mengakui hasil omset yang diperolehnya dari produk rajutan ini memang tidak bisa dipastikan setiap bulannya, bahkan tak beda disaat bulan puasa dan jelang lebaran kemarin dibanding pada bulan biasa. Masih kecil, kadang bisa mencapai Rp 5 juta, kadang lebih, kadang hanya Rp 3 juta.

"Sebagian hasil penjualan rajut aku putar ke bisnis batik, garmen kecil-kecilan, hijab dan benang. Promo masih terbatas. Hampir tiap produk baru yang aku upload di FB dan foto BB ada aja peminatnya," tuturnya.

Dalam koleksinya, Nita memadu beberapa motif rajut dan memadu warna yang berbeda dengan produk orang lain. Tidak memproduksi dobel, sehingga eksklusivitasnya terjaga. Pemesannya senang karena tidak ada yang pakai selain dia. * (Syam)

 
Berita Lainnya
  • Perdagangan Produk Furnitur Mengalami Tren Positif 17,14%
  • HUT RI : Angklung Menghipnotis Undangan di Taipei
  • Laila Azra : Pelukis dan Pekerja Seni Indonesia Berdomisili di Singapura
  • Maybank Kim Eng dan Maybank Raih 15 Kategori Penghargaan di Industri Keuangan
  • One Asia Resources Rangkul Penambang Lokal Garap Tambang Emas
  • The Archipelago Singers Raih Juara Pertama pada Dua Kompetisi Paduan Suara Internasional di Spanyol
  • Dari Hobby Merajut Bisa Menjaring Duit
  • BII-Maybank Marathon 2014 Diikuti 30% Pelari Luar Negeri
  • HP Enterprise Services dan Avaya Perluas Layanan Komunikasi kepada Perusahaan
  • Indosat Dukung Independence Day Run 2014

Copyright mediaprofesi.com © 2010