Oleh : Syamhudi
Singapura, MediaProfesi.com - Komunitas maritim di Asia akan berkumpul di Singapura pada tanggal 14 hingga 16 Maret demi mengikuti Asia Pacific Maritime (APM) 2012. Dan lebih dari 1.300 perusahaan maritim internasional terkemuka dari 53 negara akan berpartisipasi dalam salah satu acara maritim terpenting di Asia. Jumlah peserta meningkat 40 % dibandingkan dengan penyelengaraan tahun 2010 lalu.
APM juga akan menyatukan lebih dari 70 pionir-pionir di bidang maritim sekaligus menjadi tuan rumah dari 14 paviliun resmi, termasuk para perusahaan perkapalan raksasa di Asia, seperti Cina, Korea Selatan, dan Jepang, mengingat mereka kembali dengan jumlah paviliun lebih banyak dan angka partisipasi yang lebih tinggi.
Lebih dari 13.000 pengunjung asal Asia diharapkan untuk menghadiri konferensi serta pameran yang diselenggarakan selama tiga hari yang termasuk ke dalam rangkaian acara.
Seiring dengan menguatnya bisnis perkapalan di Asia, para pakar industri mengutarakan keyakinan atas andalnya pengaruh Asia dalam usaha perkapalan global.
“Cina, Korea, dan Jepang sejak lama telah menjadi negara-negara yang unggul dalam industri perakitan kapal laut, termasuk menjadi tempat asal para pemilik-pemilik perusahaan kapal terkemuka, para pengoperasi kapal, dan institusi-institusi keuangan,” jelas Mr Noboru Ueda, Ketua dan Presiden dari LassNK, sekaligus Wakil Ketua Perhimpunan International Association of Classification Societies Ltd. (IACS).
Mr. Ueda yang menjadi salah satu pembicara utama dalam APM akan menyampaikan pandangan mengenai indusri maritim. “Semakin signifikannya negara-negara Asia Selatan, seperti Filipina, Vietnam, Indonesia, Malaysia, India, Bangladesh, dan Sri Lanka bukan hanya dalam hal pengoperasian kapal, tapi juga dalam hal perakitan, pemilikan, dan perngembangan energi lepas pantai, Asia benar-benar telah menjadi mesin penggerak bisnis maritim di dunia,” tambah Mr. Ueda.
Pameran Inovasi
Para pengunjung akan mendapatkan kesempatan untuk membangun jaringan dengan ClassNK serta banyak perusahaan maritim besar lainnya seperti COSCO (Weihai) Shipbuilding Marine Technology Co. Ltd, ExxonMobil Marine Lubricants, Hyundai Heavy Industries Co., Ltd., Rolls-Royce, Shell Eastern Trading (Pte) Ltd, Siemens Pte Ltd and SINOTRANS&CSC Shipbuilding Industry Corporation langsung di kawasan pameran.
Menempati dua lantai dalam Sands Expo & Convention Centre, Marina Bay Sands, APM tahun ini menampilkan lebih dari 1.300 perusahaan maritim internasional terdepan di bidangnya, yang akan memamerkan inovasi-inovasi terkini dalam permesinan kapal dan teknologi pelabuhan dengan lebih dari 100 produk baru.
Di masa ketika biaya pemeliharaan memuncak dan permintaan akan pengukuran teknis dan operasional yang lebih efisien terus bermunculan, para pengunjung dapat mempelajari solusi teranyar dalam meningkatkan efisiensi armada, teknologi dalam menghemat bahan bakar dan mengatur pengimbang air, juga mengetahui apa saja yang terbaru dalam inovasi instrumen-instrumen penghasil daya, keselamatan di atas kapal, serta fitur-fitur keamanan.
“Asia kini telah menjadi tenaga penggerak dalam industri perkapalan, dan komunitas maritim memegang peranan yang sangat penting dalam hal ini demi membantu industri perkapalan untuk menyertakan navigasi digital ke dalam pengoperasiaon jembatan”, kata Mr Ian Moncrieff CBE, Kepala Eksekutif UKHO dan Admiralty.
“Kami sangat bangga untuk menyelenggarakan Admiralty Digital Integration Workshops di Singapura, khususnya dalam acara Asia Pacific Maritim ini, yang ditujukan untuk memenuhi permintaan akan masukan-masukan taktis dan praktis dalam mencapai perasetujuan dengan ECDIS Mandate, serta tidak lupa mempersenjatai perusahaan-perusahaan perkapalan dengan pengetahuan dan keahlian yang mereka butuhkan untuk menyambut masa depan navigasi digital,” tambahnya. * (Syam)