• Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Financial
  • Industri
  • Politik
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Nusantara

INKOWAPI Prihatin Merajalelanya Barang Impor Masuk ke Pasar Tradisional

Rabu, 18 Desember 2013 23:17 |  E-mail

Oleh : Syamhudi

Jakarta, MediaProfesi.com – Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (INKOWAPI) prihatin dengan semakin merajalelanya barang-barang impor yang membanjiri masuk ke pasar-pasar tradisional di seluruh Indonesia dengan harga relatif murah yang langsung dibeli oleh masyarakat.

Ketua Umum INKOWAPI, Ir. Sharmila MSi meminta pemerintah harus punya political will (kemauan politik) untuk melindungi produk nasional dari serbuan barang-barang impor. oleh karena itu INKOWAPI mendukung program “Cinta Produk Indonesia” sebagai program nasional agar produk Indonesia menjadi tuan di negerinya sendiri

“Untuk mewujudkan kemandirian bangsa, INKOWAPI mengajak pemerintah, dunia usaha dan masyarakat untuk mengutamakan produk nasional, mengurangi ketergantungan terhadap barang-barang impor, terutama untuk kebutuhan pokok rakyat,” kata Sharmila dalam acara memperingati hari Ibu 2013 bertema “Refleksi Akhir Tahun 2013” di Jakarta hari ini, Rabu (18/12/2013).

Tak luput dia pun mengkritisi negara Indonesia ini dikatakan sebagai negara kelautan, tetapi masa garam saja kita impor, katanya kita ini bangsa tempe, tetapi kedelainya made in Amerika, artinya kita ini sudah dalam taraf sangat memprihatinkan. “Saya tidak tahu maksudnya apa, masa kita tidak bisa bikin garam,” ungkapnya secara diplomatis.

Ditegaskannya, sebenarnya kalau lah koperasi ini diberikan pekerjaan-pekerjaan yang tidak bisa dikerjakan oleh perusahaan-perusahaan swasta sebenarnya bisa dikerjakan oleh koperasi.

Ia memberikan suatu gambaran seperti di Jepang, disana koperasi perikanan dan koperasi nelayan itu sangat menguasai. Bahkan mereka sampai bikin pengalengan ikan, industri ikan dan dikasih peranannya terhadap koperasi.

Oleh karena itu, jangan lah disamakan koperasi dengan PT, koperasi dengan CV, dan harus ada pembeda yang jelas dan tegas yang diatur dalam sebuah kebijakan pemerintah, mana yang harus dikerjakan oleh koperasi, mana yang tidak boleh dikerjakan oleh PT.

“Pembagian tugas inilah yang kita harapkan ke depan menjadi perhatian pemerintah,” tegas Sharmila yang didampingi oleh segenap jajaran pengurus INKOWAPI dan semua memakai pakaian seragam INKOWAPI yang terbuat dari batik.

Jadi dalam hal menyangkut hidup orang banyak yang berdimensi sosial, itu seharusnya dilimpahkan kepada koperasi yang melaksanakan pekerjaannya. Misalnya seperti dulu penyaluran pupuk itu melalui koperasi, tetapi sekarang sudah tidak ada lagi program-program semacam itu

INKOWAPI secara tegas meminta kepada pemerintah harus ada keberpihakan kepada koperasi kembali ke depan, khususnya kami dari gerakan perempuan atau yang berkecimpung di koperasi ingin sekali pemberdayaan perempuan mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, ini diberdayakan sebagai mitra pemerintah dalam mengembangkan program-program ekonominya

“Karena ketika perempuan-perempuan diberdayakan ekonominya, Insya Allah bangsa ini bilamana setiap keluarga secara ekonomi sudah kuat, maka Insya Allah masalah bangsa ini bisa teratasi,” terangnya. * (Syam)

 
Berita Lainnya
  • Jaringan Indosat Siap Layani Pelanggan Saat Natal 2013 dan Tahun Baru 2014
  • Kado Natal Terindah Persembahan Senayan City
  • Sinar Mas Serahkan Bantuan Tablet Andromax
  • Lenovo Luncurkan Yoga 2 Pro dan ThinkPad Yoga
  • Inkowapi Pelopor Pengguna Kartu Koperasi Indonesia
  • INKOWAPI Prihatin Merajalelanya Barang Impor Masuk ke Pasar Tradisional
  • Smartfren Lunasi Kewajiban BHP Frekuensi
  • Asuransi Sinar Mas Bayar Final Klaim Kebakaran Gudang Rp. 9,350 Milyar
  • Penjualan New Honda Brio November 2013 Tumbuh 64%
  • Sinar Mas Land Luncurkan Taman Tekno Tahap 8 Extention di BSD City

Copyright mediaprofesi.com © 2010