Oleh : Symahudi
Jakarta, MediaProfesi.com - Runtuhnya sejumlah perusahaan raksasa kelas dunia bukan disebabkan buruknya kinerja bisnis mereka. Keruntuhan itu lebih disebabkan gagalnya menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis yang bersumber dari karakter, perilaku, dan integritas pelaku manajemennya. Itulah sebabnya karakter dan integritas menjadi amat penting untuk menjamin tumbuhnya perusahaan.
Demikian disampaikan Ketua Komunitas Pengusaha Antisuap Indonesia (KUPAS) Ai Mulyadi Mamoer pada Diskusi Kebangsaan bertema INDONESIA EMAS 2020, di Jakarta, hari ini, Kamis (26/1/2012). Diskusi juga menghadirkan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad yang diwakili Penasehat KPK Abdulla Hehamahua, Ketua Umum KADIN Indonesia Suryo B Sulisto, Penasehat Komunitas Indonesia Emas (KOINmas) Taufiq Ismail, dan Komite Antisuap PT Antam Tbk Kosim Gandataruna sebagai pembicara.
Menurut Ai, ada korelasi kuat antara kualitas integritas dan etika para pelaku bisnis dengan jumlah kasus pelanggaran dalam perusahaan. Integrity Survey yang dilakukan KPMG pada 2008-2009, menunjukkan kasus-kasus pelanggaran di perusahaan yang menerapkan program penegakan moral, karakter, integritas dan perilaku, serta etika bisnis, jauh lebih rendah dibandingkan perusahaan yang tidak menerapkannya.
“Jadi, karakter, integritas, dan perilaku insan perusahaan bukan sekadar membuat perusahaan tumbuh dan berkembang, tapi juga menjamin perusahaan bersaing dengan sehat. Dengan begitu perusahaan mampu menciptakan nilai-nilai positif bagi para stakeholders-nya,” papar Ai yang juga Koordinator Pelaksana Komunitas Indonesia Emas (KOINmas).
Fair dan bermartabat
Senada dengan itu, Suryo menyatakan keyakinannya, bahwa moralitas tinggi yang diterapkan dalam berbisnis, akan menciptakan kepedulian dan solidaritas sosial yang pada gilirannya akan mampu menciptakan kesejahteraan kehidupan rakyat.
Berkaitan dengan itu, dia merasa bangga melihat KUPAS yang terus bergiat diri dalam mengampanyekan dan mempelopori praktik bisnis yang sehat dan fair. Upaya itu antara lain dilakukan dengan cara menghindari praktik suap. KUPAS telah berkembang ke arah yang benar dan sangat baik.
“Terbukti saat ini tidak kurang dari 79 BUMN dan 76 perusahaan swasta telah menandatangani Pakta Antisuap. Dengan menandatangani Pakta Antisuap. Ini menunjukkan komitmen mereka untuk senantiasa menjalankan bisnisnya dengan cara fair dan bermartabat,” ujar Suryo.
Di sisi lain, dia mengingatkan beratnya tantangan yang dihadapi KUPAS ke depan. KUPAS ditantang untuk mendorong lebih banyak lagi pemangku kepentingan bisnis yang menandatangani Pakta Antisuap. Yang lebih penting lagi, bagaimana KUPAS mampu mendorong mereka mengimplementasikan secara efektif Pakta Antisuap yang telah ditandatanganinya, sehingga dunia usaha bisa mengambil peran penting dan maksimal dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2020.
Indonesia Emas adalah terwujudnya kondisi Indonesia yang berkarakter, bermartabat, kuat, sejahtera serta menjunjung tinggi karakter inti intergitas atau tujuh budi utama. Ketujuh budi utama itu adalah jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, dan peduli.
Mulai dari diri sendiri
Kian memprihatinkannya situasi sosial, ekonomi, politik, hukum, dan keamanan Indonesia, membuat banyak pihak saling menyalahkan. Namun di mata penyair Taufiq Ismail, KUPAS justru mengambil sikap sama sekali berbeda. Mereka tetap antusias dan kerja keras berikhtiar memperbaikinya tanpa menyalah-nyalahkan ke kiri ke kanan.
Taufq mengaku, sebelumnya sudah sangat pesimis dengan kondisi negeri ini yang sudah sangat parah dan sibuk saling menyalahkan pihak lain. Namun ternyata para pengusaha yang tergabung dalam KUPAS justru menyalahkan dirinya sendiri. Mereka bertekad memperbaiki Indonesia dari diri sendiri. Hebatnya lagi, apa yang mereka lakukan bukan hanya rencana-rencana, tapi ada konsep jelas sampai 2045. KUPAS berkomitmen tidak menyuap, melakukan gratifikasi, dan berbagai tindakan tercela lainnya.
“Saya sempat berfikir, mana mungkin ada perusahaan yang tidak menyuap? Tidak masuk akal. Tapi setelah saya baca baik-baik, saya merasa ada aura keikhlasan. Pengusaha tidak menyuap, ini berarti revolusi! Ada keikhlasan, tapi keikhlasan yang pedih. Ditambah dengan sikap tidak saling menyalahkan. Inilah ibda’ binafsika, mulai dari diri sendiri sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad SAW. Sungguh indah sekali,” kata Taufiq yang juga sastrawan besar dengan sajak-sajaknya yang religius.
Kekaguman Taufiq itu bersumber dari Tiga Sikap Kerja dan Dua Prinsip Kerja KOINmas. Sikap Kerja KOINmas itu adalah, pertama, tidak saling menyalahkan dan tidak melontarkan kritik atas gagasan orang lain, kecuali mempunyai gagasan/solusi yang lebih baik. Kedua, tidak menuntut orang lain, tetapi menuntut diri sendiri untuk bekerja lebih baik lagi. Dan ketiga, menghindari sikap saling tunggu.
Sedangkan Dua Prinsip Kerja KOINmas adalah, pertama, tidak membuang-buang waktu dan energi sekadar untuk mempermasalahkan masalah. Kedua, KOINmas fokus kepada solusi-solusi konkret dan terukur dalam upaya bersama memperbaiki masa depan kehidupan bangsa.
“Saya sudah bergabung di banyak organisasi dan lembaga. Tapi, terus terang, saya belum pernah bertemu dengan organisasi seperti KUPAS dan KOINmas. Ini sungguh-sungguh luar biasa. Saya merasa terhormat bisa bergabung di dalamnya. Semoga Allah Yang Maha Kuasa memberi perlindungan dan bimbingan kepada kita semua dalam mencapai cita-cita Indonesia Emas 2020. Amin,” ujar Taufiq. * (Syam)
- SMART Fasilitasi Wahana Pembelajaran Masyarakat di Perkebunan
- UU Resi Gudang akan Mubazir Bila Tak Diimplementasikan Pemda
- Resi Gudang JadikanSistem Perdagangan Lebih Transparan
- IIMS 2012 Hadir dengan Nuasa dan Warna Baru
- Mutu Guru Tantangan Utama Pendidikaan Nasional
- Rumah.com Targetkan 6.000 Pengunduh Layanan Terbaru Aplikasi BlackBerry
- Indosat Raih Penghargaan sebagai Perusahaan Paling Dikagumi di Indonesia
- ZTE Luncurkan Smartphone ZTE Racer II
- 153 SMU di Indonesia Nikmati Program Indosat Cyber School
- Bisnis Tanpa Karakter dan Integritas akan Hancur