• Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Financial
  • Industri
  • Politik
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Nusantara

Tupperware Dukung Pola Hidup Sehat Sejak Usia Dini, Hindari Zat Aditif

Jumat, 04 Mei 2012 16:01 |  E-mail

Oleh : Syamhudi

Jakarta, MediaProfesi.com – Momen hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan Tupperware meluncurkan program Aku Anak Sehat (AAS) guna mengkampanyekan mengenai bahaya zat aditif yang terkandung pada jajanan. Dan pentingnya memberikan edukasi membawa bekal makanan sehat dari rumah bagi anak sekolah sejak usia dini.

Marketing Director, PT Tupperware Indonesia, Yanty Melianty mengatakan program AAS merupakan program tahunan corporate social responsibility (CSR) PT Tupperware Indonesia yang diawali dengan seminar untuk guru, kepala sekolah dan wakil dari komite sekolah serta kegiatan roadshow mulai bulan Mei sampai dengan November 2012.

“Di tahun 2012 AAS mengangkat tema tentang bagaimana menyadarkan para orang tua murid dan guru-guru tentang bahaya zat aditif yang terkandung pada jajanan anak serta menerapkan pola hidup sehat dengan membawa bekal makanan sehat dari rumah,” kata Yanty di sela seminar di Jakarta (3/5/2012).

Menurutnya, program Aku Anak Sehat yaitu Aku Bersih, Aku Sehat, Aku Hebat. Di mana aku bersih itu mengajarkan kepada anak mulai dari hal yang sederhana yaitu cuci tangan sebelum makan, buang sampah pada tempatnya.

Kemudian makna sehat yang disampaikan kepada mereka, karena di sekolah itu banyak dijumpai jajanan yang kurang memadai atau tidak sehat. Pasalnya berdasarkan hasil riset yang dilakukan Tupperware dari 886 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di 30 kota di Indonesia itu terdapat 35% jajanan yang mengandung zat berbahaya atau formalin.

Oleh karenanya perlu diambil langkah dalam memberikan pemahaman yang praktis dan bisa bisa dimengerti oleh anak-anak yaitu dengan cara memutar film kartun berdurasi 45 menit. Dan juga menampilkan pendongeng dengan membawa boneka guna mengajarkan kepada anak-anak seperti bahayanya zat aditif yang berbahaya, baik itu boraks, formalin dan zat pewarna yang dicampur ke jajanan.

“Kami berharap dengan ini ada suatu interaktif bagi anak-anak. Dan yang kami sasar adalah hanya anak usia kelas 1 hingga kelas 3 SD saja, karena seusia mereka itu sudah mulai jajan dari diri sendiri,” terangnya.

Diharapkan kedepannya anak-anak teredukasi, sehingga mereka akan membekali dirinya, misalnya dia bila mau jajan bilang ke pedagangnya, apakah pakai zat yang berbahaya atau tidak? Jadi mereka akan terbentuk dengan sendirinya. Dan bagi si pedagangnya pun akan peduli terhadap konsumennya, kalau tidak mereka akan kehilangan konsumen.

“Program ini juga mengajari anak membawa bekal dari rumah, dan itu akan lebih sehat,” sarannya.

Program ini sifatnya edukasi secara menyeluruh, jadi tidak hanya diberlakukan terhadap anak-anak didik saja, tetapi termasuk juga kepada guru, orang tua murid, dan termasuk pula pedagang.

“Tugas kami hanya memberikan pemahaman dan edukasi kepada guru, anak didik dan orang tua murid.” jelasnya.

Sedang edukasi terhadap pedagang, Tupperwear menggandeng Kementerian Pendidikan Nasional dan BPOM. “Karena untuk pedagang itu adalah tugas dari Kemendiknas dan BPOM yang memberikan penyuluhan kepada para pedagang,” tambahnya.

Pada tahun ini, Tupperware menargetkan melibatkan 500 SD dan menjangkau lebih dari 100 ribu anak, dengan kota yang di sasar diantaranya Jakarta, Bandung, Surabaya (termasuk Sidoarjo da Malang), Yogyakarta, Medan dan Makassar.

Sebagai bentuk nyata kepedulian Tupperware terhadap kebersihan dan kesehatan anak-anak sekolah, maka akan diberikan 1 set wastafel, 2 set tempat sampah dan 2 poster pendidikan kepada SD yang mengikuti program ASS.

“Melalui fasilitas tersebut, diharapkan akan terbentuk pola hidup sehat yang diterapkan sedari dini,” pungkasnya. * (Syam)

 
Berita Lainnya
  • ICRE Tampilkan Alkitab Terbesar dan Terkecil
  • BII Luncurkan ‘BII KPR Bebas Bunga’
  • Zurich Siapkan Future Planner sebagai Garda Terdepan Layanan Konsumen
  • Ganti Presiden, bukan Reshuffle!
  • Indosat Dukung Revitalisasi Pertanian Sumatera Barat
  • Volvo Luncurkan 5 Mesin Konstruksi dan Alat Berat untuk Jalan Raya
  • Polisi Gunakan Narkoba untuk Jerat Aktivis
  • Ditemukan 88% Kasus Barang Elektronika dan Alat Listrik Tak Sesuai Ketentuan
  • Danamon Gandeng USAID Permudah Akses Pembiyaan Modal Usaha bagi Pelaku Sektor Pertanian
  • Mendag Sampaikan Tanggapan NODA ke AS Terkait CPO

Copyright mediaprofesi.com © 2010