• Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Financial
  • Industri
  • Politik
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Nusantara

Jelang Pelaksanaan JKN, Mutu Layanan Kesehatan Tak Boleh Diabaikan

Rabu, 20 November 2013 05:32 |  E-mail

Oleh : Syamhudi

Jakarta, MediaProfesi.com – Menjelang Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tanggal 1 Januari 2014 yang tinggal satu bulan lagi, tentu saja di dalam pelayanan kesehatan mengenai upaya peningkatan mutu dan keselematan pasien tak boleh diabaikan atau tetap lebih diutamakan.

Guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman dan efisien sesuai dengan standar mutu internasional, Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN) bekerjasama dengan Eka Hospital menyelenggarakan Forum Mutu Pelayanan Kesehatan di Jakarta pada tanggal 19-20 November 2013.

Forum Mutu ke-9 tahun, meruakan forum yang rutin dilaksanakan setiap tahun sejakpertama kali dilaksanakan pada tahun 2005, kali ini bertema “Meningkatkan Daya Saing Layanan Kesehatan Berbasis managed Care: Melalui Penerapan Standar Mutu Internasional dan Evaluasi Mutu”.

Corporate Nursing Director, Eka Hospital dan sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Forum Mutu IHQN ke-9, B. Neliawaty Nur mengatakan, tujuan dilaksanakan seminar mengenai mutu ini adalah bagaimana kita semua sama-sama peduli dengan layanan kesehatan baik di Rumah Sakit maupun di Puskesmas. Selain itu juga bagaimana me-manage tentang kualitas layanan kesehatan itu.

“Jadi tujuan penyelenggaraan forum ini tentu saja bagaimana masyarakat Indonesia peduli, kita saling bahu-membahu unutk meningkatkan kualitas layanan kesehatan baik di institusi pemerintah maupun swasta,” ungkap B. Neliawaty Nur kepada MediaProfesi.com di sela acara Forum Mutu di Jakarta (19/11/2013).

Ketua IHQN dr. Hanevi Djasri mengatakan untuk menyambut pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional, perlu dilakukan berbagai persiapan dan perubahan sehingga dapat benar-benar meningkatkan akses masyarakat kepada layanan kesehatan yang bermutu.

"Jangan sampai JKN itu hanya sekedar membuka akses tetapi mutu yang diberikan buruk, karena itu mutu pelayananannya juga perlu ditingkatkan," tuturnya.

Hadir dalam forum tersebut antara lain PT Askes dan PT Semen Gresik yang berbagai wawasan dan pengalaman untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Sementara itu, pembicara dari Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan DKI, Asosiasi Dinas Kesehatan dan Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) membahas upaya regulasi dalam bentuk penyusunan dan pelaksanaan produk hukum yang dapat meningkatkan mutu.

Forum mutu ini rutin diselenggarakan IHQN sejak 2005. Sebagian besar pesertanya merupakan anggota IHQN yang terdiri dari individu dan institusi rumah sakit, puskesmas, regulator kesehatan, dan lembaga pembiayaan kesehatan, serta peneliti dari perguruan tinggi. * (Syam)

 
Berita Lainnya
  • Daihatsu Tampilkan World Premiere Concept Car Astra Daihatsu AYLA X-Track
  • Bank Sinarmas Catat Kenaikan Aset 6%
  • Bank Sinarmas Catat Pertumbuhan Kantor 43%
  • Lagi Sinar Mas Land Raih Penghargaan Best of The Best Company
  • DFS Galleria Singapore Gelar Program Cuci Gudang
  • Lenovo Rilis Seri A Bidik Pasar Menengah
  • Permadani dari Iran Hiasi Pameran Crafina 2013
  • Listerine® : Semangat Menyaksikan Piala Dunia 2014 dengan Mulut Sehat
  • Jelang Pelaksanaan JKN, Mutu Layanan Kesehatan Tak Boleh Diabaikan
  • ETF Gandeng Kemendikbud Perluas Akses ke Pendidikan Tinggi

Copyright mediaprofesi.com © 2010