Oleh : Syamhudi
Jakarta, MediaProfesi.com – Jeruk Pontianak dan Medan asal Indonesia kini harus bersiap menghadapi persaingan di pasar buah untuk komoditi jeruk. Tak lama lagi jeruk Kinow asal Pakistan bakal hujani pasar buah Indonesia. Pasalnya pemerintah Indonesia telah mengenakan tarif bea masuk nol persen untuk jeruk Kinow asal Pakistan.
Pemberian tarif bea masuk tersebut terdapat dari salah satu pos tarif yang tertuang dalam The Preferential Trade Agreement (PTA). Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan dan Duta Besar Republik Islam Pakistan untuk Indonesia, H.E. Sanaullah, hari ini, Jumat (3/02/2012) di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta.
Perjanjian yang dibahas secara komprehensif oleh kedua negara sejak enam tahun lalu dengan delapan putaran. Dalam perundingan tersebut Indonesia berhasil mendapatkan sebanyak 287 pos tarif, yang mencakup produk minyak kelapa (minyak mentah, palm stearin, RBD minyak sawit, Palm Olein, minyak mentah inti sawit), kembang gula, produk kakao, barang konsumsi, bahan kimia, peralatan makan, dapur, produk karet, produk kayu, produk gelas, dan produk elektronik.
Sementara Pakistan mendapatkan sebanyak 221 pos tarif, mencakup buah-buahan segar, benang katun, kain katun, pakaian jadi, bahan penolong, peralatan olahraga, barang kulit dan produk industri lainnya.
“Saya tidak khawatir dengan pemberian bea masuk nol persen terhadap jeruk Kinow asal Pakistan. Karena saya sendiri suka dengan jeruknya,” kata Gita usai penandatanganan.
Menurut Gita, yang perlu digawis bawahi dan yang terpenting bagi Indonesia adalah kita bisa mengirim kelapa sawit dengan lebih besar ke Pakistan. Pasalnya sejak 2008 ekspor kelapa sawit kita ke Pakistan terjun bebas dari USD 550 juta, dimana saat ini ekspor kita kesana hanya tinggal sekitar USD 60 juta.
Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional, Gusmardi Bustami menambahkan neraca perdagangan Indonesia selama ini selalu surplus terhadap Pakistan.
“Faktor yang membuat surplus perdagangan kita yang paling besar dibanding perdagangan lainnya adalah kelapa sawit dibanding komoditi lainnya seperti pinang, gambir, sepatu, kertas, peralatan bangunan,” ujar Gusmardi.
Menurut Gusmardi total ekspor kita ke Pakistan sampai dengan November 2011 sudah mencapai USD 1 miliar lebih. Dan kami optimis dengan adanya penandatanganan PTA ini perdagangan kita akan lebih baik.
Sedangkan impor kita dari Pakistan sampai dengan November 2011 hanya 189 juta dollar. * (Syam)
- Indosat Gandeng Tower Bersama untuk Penjualan 2500 Menara
- ZTE Kuasai Pasar Dunia untuk Teknologi Next-Generation PON
- Indosat Mobile Luncurkan Paket Lengkap dengan Harga Terjangkau dan Dipilih Langsung Oleh Pelanggan
- Pernyataan Pangdam Jaya Mewakafkan Dirinya, Melanggar Konstitusi, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit
- Antisipasi Krisis Pangan Akibat Keterbatasan Lahan
- Kadin Siapkan Dana Rp 60 Miliar Untuk Pengusaha Agribisnis Menengah
- Mercedes-Benz Cetak Pertumbuhan Penjualan 16% pada 2011
- Asuransi Sinar Mas Targetkan Premi Rp 4,5 Trilyun pada 2012
- Honda Motor Co., Ltd Perkenalkan Acura NSX Concept
- Merecedes-Benz C 63 AMG Coupe Hadir dengan Desain Lebih Dinamis