• Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Financial
  • Industri
  • Politik
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Nusantara

BBM Naik, Ekspor Melemah

Rabu, 07 Maret 2012 15:31 |  E-mail

Oleh : Syamhudi

Jakarta, MediaProfesi.com – Gonjang ganjing rencana kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada bulan April tahun ini. Tentunya mempengaruhi terhadap kinerja ekspor dan impor Indonesia.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, menegaskan kalau kebijakan pemerintah menaikkan BBM di setujui parlemen dengan besaran tertentu, tentu yang kita lakukan tetap mencoba memaintaince kinerja ekspor nasional Indonesia.

“Kita sudah hitung sensitivitasnya terhadap ekspor nasional itu supaya tidak terlalu besar pengaruhnya,” ujar Gita dalam jumpa pers di sela rapat kerja (Raker) Kemendag, hari ini, Rabu (7/3/2012) di Jakarta.

Menurutnya, bila hal itu terjadi, tentunya biaya yang meningkat itu akan dibebani ke produsen dan konsumen, sehingga akan mengurangi kapasitas ekspor. Tapi di sisi yang lain kita bisa mengantisipasi pengurangan suku bunga riil bukan nominal, yang akan diikuti oleh kemungkinan pelemahan rupiah.

“Tetntunya itu akan meningkatkan kapasitas ekspor. Jadinya ada dua kekuatan yang berbeda dan itu net, dan itu sedikit sekali efeknya terhadap pengurangan ekspor dan impor,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, kami juga mengantisipasi akan terjadi sedikit pengurangan. Dan itu akan membuahkan efek positif terhadap neraca perdagangan kita. Apalagi kalau kita bisa menindaklanjuti momentum investasi yang selama ini sudah berjalan cukup baik sekali.

“Kalau itu tetap bisa dilakukan kedua-duanya yaitu net efek terhadap neraca perdagangan dan juga net investasi itu juga bisa membuahkan efek yang positif tehadap current account,” tegasnya.

Ditambahkannya, dalam menggenjot investasi tentunya fokus kita ke investasi bukan hanya di industrialisasi dan hlirisasi yang sudah mulai terjadi, tapi juga investasi di pembangunan infrastruktur.

Walaupun terjadinya sedikit pelemahan, Gita tetap optimis bahwa target ekspor akan bisa dicapai minimum USD 203 koma sekian miliar atau kalau bisa kita akan menempuh target yang sudah ditentukan USD 230 miliar.

“Tapi sekali lagi saya ingin katakan bahwa untuk mencapai target ekspor USD 230 miliar itu tidak mudah, jika kita hanya mengendalikan pasar tradisional, seperti AS,” kilahnya.

Guna mencapai target yang dirasakan berat ini, Gita mendorong para perwakilan di luar negeri untuk krreatif dan inovatif dalam menembus pasar-pasar baru (non-traditional markets) seperti Afrika, Timur Tengah dan Amerika Latin, karena pasar-pasar ini belum banyak dijamah oleh produk Indonesia.

Seperti diketahui bahwa pemerintah Indonesia menargetkan peningkatan sebesar 25% ekspor ke pasar-pasar non-tradisional.

Selama ini kondisi perekonomian Indonesia boleh dikatakan kondusif. Pada tahun 2011, ekspor Indonesia mencapai lebih dari USD 200 miliar. Sehingga Indonesia telah berhasil melipatgandakan nilai ekspor dalam jangka waktu 5 tahun.

“Tidak banyak negara di dunia yang dapat melakukan hal tersebut, sehingga ini merupakan prestasi,” pungkasnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk paling tinggi di Asia Tenggara, lebih dari 6%. Dan Indonesia juga sudah termasuk dalam negara dengan PDB sebesar USD triliun (a trillion dollar economy). * (Syam)

 
Berita Lainnya
  • Guru Harus Mampu Menulis
  • Smartfren Cetak 30 juta Kartu UMMAT
  • Mydlink+, Aplikasi Premium Untuk iPad dan Tablet Android Guna Pantau Rumah dari Jauh
  • BMW Harus Segera Mundur dari KPK
  • Komunitas Isat-BB Hadirkan Layanan Gift and Take Application
  • Perusahaan Perkapalan Raksasa Dunia Berkumpul di Singapura pada Asia Pacific Maritime 2012
  • Rizal Ramli: KPK Harus Dijaga Independensinya
  • BBM dan TDL Naik, UKM Megap-megap
  • IM3 Luncurkan Layanan Gratis Facebook & Social Network Sepuasnya
  • BBM Naik, Ekspor Melemah

Copyright mediaprofesi.com © 2010