Oleh : Syamhudi
Jakarta, MediaProfesi.com – Berbeda dengan ajang gelaran tahunan yang dilakukan PT Levi Strauss Indonesia (Levi’s) pemegang merek Levi’s dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini Levi’s menggandeng Mercy Corp kembali mengadakan in store program dengan tema “Recycle Jeans Program” yang diperuntukkan khusus wanita.
Sebagai wujud kepedulian Levi’s terhadap kaum wanita, maka bertepatan dengan Hari Kartini di bulan April ini, Levi’s menggelar program penukaran celana bahan jeans lama merek apa pun, artinya tidak harus merek Levi’s asli, bahkan merek abal-abal pun bisa Anda tukarkan dengan voucher senilai Rp 200.000 yang langsung bisa digunakan untuk menukar celana jean wanita seharga minimal Rp 599.900.
“Program recycle jeans saat ini hanya diperuntukkan khusus bagi wanita dalam rangka memperingati hari Kartini yang jatuh di bulan April,” kata Sumesh Wadhwa, Direktur Komersial PT Levi Strauss Indonesia, saat peluncuran “Recycle Jeans Program” di Gerai Levi’s Pacific Place, Lantai 2, Kawasan SCBD, Jakarta (13/4/2012).
Kegiatan ini serentak dilakukan di semua Original Levi’s Store di seluruh wilayah Indonesia mulai tanggal 13 April hingga 6 Mei 2012. Dan pakaian jeans bekas tersebut selanjutnya akan disumbangkan ke yayasan yang telah ditunjuk yaitu Mercy Corp.
Menurut Sumesh, kalau tahun-tahun sebelumnya dari kegiatan yang dilakukan begitu mengumpulkan jeans bekas layak pakai langsung disumbangkan bagi orang yang tidak mampu. Dia mencontohkan pada tahun 2010 lalu, dari sebanyak 7.000 potong yang terkumpul diserahkan kepada anak jalanan.
Namun, tahun ini lanjutnya, kami merubah pola kegiatan tersebut yang bisa memberikan nilai tambah bagi mereka. Inilah salah satu alasan kami menggandeng sebuah yayasan yang bertaraf internasional Mercy Corp, yang mempunyai komunitas pemberdayaan perempuan kurang mampu di Indonesia.
Pakaian jeans bekas yang terkumpul tersebut nantinya oleh Levi’s akan didonasikan kepada komunitas kaum perempuan yang kurang mampu melalui Yayasan Mercy Corp untuk diolah menjadi suatu produk yang bernilai tambah. Seperti tas, dompet dan berbagai macam aksesoris lainnya.
Hasil penjualan produk yang dibuat oleh kaum perempuan tersebut seratus persen untuk mereka. Levi’s berharap di kemudian hari bagi kaum perempuan kurang mampu yang telah dibekali pengetahuan dengan sebuah ketrampilan yang memanfaatkan barang bekas, ternyata masih tetap mempunyai nilai tambah yang tinggi.
Sumesh mengajak seluruh komponen bangsa peduli terhadap masyarakat yang kurang mampu, dengan mendonasikan pakaian jeans bekas merek apa pun. Semakin banyak barang yang terkumpul tentunya akan semakin bagus.
“Sehingga dengan program ini dapat meningkatkan taraf hidup mereka,” tambah Sumesh.
Di hari peluncuran kali ini, ditandai dengan penyerahan pakaian jeans bekas layak pakai oleh artis Olga Lydia dan Ratna Sari kepada Direktur Komersial PT Levi Strauss Indonesia, Sumesh Wadha.
Baik Olga maupun Ratna melontarkan ungkapan kepada Sumesh untuk pakaian jeans bekas ini bisa bermanfaat dan mempunyai nili tambah dengan memberdayakan terhadap kaum perempuan yang kurang mampu.
Olga yang mengaku setiap ada model baru dari Levi’s selalu membelinya. Sehingga dia punya setumpuk pakaian jeans merek levi’s di lemarinya. Dan di pun sampai lupa sejak kapan memuli pakai jeans pertama kali. “Ya, mungkin sejak sekolah SMP dulu kali, tapi lupa ah, mungkin sebelum sekolah kali ya,” katanya sambil tersenyum renyah, saat ditanya mulai kapan dia awalnya memakai jeans.
“Ini kegiatan bagus, daripada jeans lama memenuhin lemari kan mending didonasikan,” ujar Olga sekaligus menyerukan agar masyarakat mau mendonasikan pakaian jeans bekasnya.
Olga membantah kalau hal ini dinilai untuk mengurangi isi lemari. “Tujuan utamanya bukan untuk mengurangi barang di lemari kita, tapi karena memang kita peduli dan membuat orang lain senang,” sanggahnya.
Dia mengakui sebagai perempuan, dapat merasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita kurang mampu. Apalagi dengan program ini diharapkan kemudian hari kelak dapat meningkatkan taraf hidup mereka.
“Karena dengan barang yang tidak kita gunakan lagi, ternyata masih mempunyai nilai tambah yang cukup tinggi bagi saudara-saudara kita, untuk diolah menjadi suatu produk yang bernilai tambah,” ungkapnya. * (Syam)
- Rizal Ramli: Kawal Terus Judicial Review UU Migas!
- Calon Penumpang Serbu Stand Citilink di Kompas Travel Mart
- UE Bantah Hambat Impor CPO Indonesia
- ICDX Sukses Lakukan Penyerahan Fisik RBD Palm Oil (OLEIN)
- Sinar Mas Distribusikan 5.000 liter Minyak Goreng di Kampung Dadap
- CV Nasional Targetkan Penjualan GMO Oil Booster Tumbuh hingga 300%
- GMO Oil Booster Raih Rekor Dunia Ketahanan Kendaraan Berjalan Tanpa Pelumas
- Kaum Wanita Kurang Mampu : Jeans Lama Bisa Jadi Produk Bernilai Tambah Tinggi
- Warga Metropolitan Rindu Makanan Tempo Doeloe!
- Produksi Mulai Normal, Honda Siap Penuhi Permintaan Konsumen