• Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Financial
  • Industri
  • Politik
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Nusantara

Harga Daging Sapi Bakal Ngamuk di Akhir Tahun Bisa Capai Rp 100.000/Kg

Senin, 03 September 2012 17:17 |  E-mail

Oleh : Syamhudi

Jakarta, MediaProfesi.com – Harga daging sapi pasca Idul Fitri tahun ini masih belum menunjukkan angka penuruan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sampai dengan hari ini harga di pasar ritel masih berada di kisaran Rp 80.000/kg, seharusnya sudah mulai menurun.

Sekjen Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Satria Hamid khawatir kalau harga daging sapi masih tetap seperti sekarang yang berada di kisaran Rp 80.000 – Rp 90.000/kg. Berdasarkan fakta pada tahun-tahun sebelumnya setelah Idul fitri harga daging condong turun.

“Kami khawatir bila hal ini tidak segera diantisipasi pemerintah, maka harga daging sapi pada akhir tahun nanti, atau pada saat Natal dan Tahun Baru harganya bisa menembus di angka Rp 100.000/kg,” kata Satria kepada wartawan di sela acara Halal bi Halal di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta hari ini, Senin (3/9/2012).

Menurutnya, fenomena ini baru pertama kali terjadi di tahun ini, dimana harga daging sapi setelah lebaran tetap naik bila dibandingkan dengan 4 tahun terakhir ini, berarti ini ada sesuatu. Biasanya harganya terus turun hingga sampai normal kembali di kisaran Rp. 65.000 – Rp 70.000/kg.

Selain itu, lanjutnya, pasokan daging sapi di ritel saat ini keadaannya sangat berkurang dari sisi kuantitasnya, yaitu turun 20-30% bila dibandingkan dengan lebaran yang sama tahun lalu.

Ia juga mengakui untuk daging lokal memang belum bisa menyerap secara penuh di sektor ritel dan demikian pula dari sisi impornya belum bisa masuk 100% ke sektor ritel.

“Hal ini harus segera diantisipasi oleh pemerintah untuk mengamankan kebutuhan produk daging sapi di pasar ritel,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Gunaryo yang justru mewaspadai kebutuhan pasok dari daging Horeka (hotel, restaurant dan katering) yang tidak hanya membutuhkan daging biasa tetapi juga daging dengan spek khusus seperti buntut dan iga. Ini apakah tersedia atau tidak?

“Walau demikian saya sudah komunikasikan dengan Dirjen Peternakan, Kementerian Pertanian yang menyatakan siap menyanggupi untuk menindaklanjuti, tetapi langkah tepatnya seperti apa belum saya dapatkan,” ungkap Gunaryo ketika di konfirmasi mengenai pernyataan dari Aprindo, usai acara Halal Bi Halal di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta hari ini, Senin (9/3/2012).

Ia juga khawatir bilamana kebutuhan pasok daging untuk Horeka ini tidak segera dilakukan antisipasi, dia bisa saja mengambil ke persediaan yang seharusnya digunakan oleh rumah tangga.

Kalau melihat demand sampai dengan saat ini memang tidak naik, hanya yang harus dipastikan adalah sapi lokal yang sebanyak 150.000 ekor itu bisa ter delivery dengan baik ke kabupaten/ kota yang paling banyak membutuhkan.

Sedangkan di pasar saat ini sudah terjadi beberapa pergerakan dari daerah sentra hewan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur banyak mengalir ke daerah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

“Tentu disana juga akan ikut terdorong kalau tidak segera dilakukan, saya tidak mengatakan harus dilakukan impor, tapi kita kerahkan sebanyak-banyaknya supaya dipenuhi dari dalam negeri,” tutupnya. * (Syam)

 
Berita Lainnya
  • Mendag RI Pererat Hubungan Ekonomi dengan Hong Kong
  • BII Luncurkan Paperless Account Opening System
  • Kemendag Segera Terapkan Ijin IT untuk Produk Kedelai dan Jagung
  • Penjualan Honda Brio Melejit Kencang di Bulan Pertama
  • Pemerintah akan Terapkan HPP Kedelai dan Jagung
  • GEMS Catat Produksi Semester I Tumbuh 67%
  • Harga Daging Sapi Bakal Ngamuk di Akhir Tahun Bisa Capai Rp 100.000/Kg
  • Mendag RI Tandatangani MoU Impor Beras asal Kamboja 100.000 Ton
  • Ribuan Warga Banjar Jakarta Tumpah Hadiri Haul ke-206 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary
  • Kontradiksi Penyediaan Air

Copyright mediaprofesi.com © 2010